Home / KALIMANTAN TIMUR / Kutai Timur

Senin, 18 November 2024 - 00:54 WIB

Kutim Prioritaskan Masa Depan Generasi Muda dengan Program Edukasi

KUTAI TIMUR – Dinas Pengendalian Penduduk dan Keluarga Berencana (DPPKB) Kutai Timur memperkenalkan program inovatif bertajuk Advokasi Promosi dan Edukasi pada Remaja dan Anak Sekolah tentang Pencegahan Pernikahan Dini (APRESIASI). Program ini, yang resmi diluncurkan pada Senin (18/11/2024), bertujuan untuk mengurangi angka pernikahan dini sekaligus menekan prevalensi stunting di Kutim.

Kepala Bidang Ketahanan dan Kesejahteraan Keluarga DPPKB Kutim, Ani Saidah, menjelaskan bahwa program ini didesain untuk menjawab permasalahan mendesak terkait tingginya angka pernikahan dini di daerah pedesaan, yang berdampak langsung pada kualitas kesehatan anak di 1000 Hari Pertama Kehidupan (HPK).

“Pernikahan dini tidak hanya soal usia, tetapi juga soal kesiapan mental, sosial, dan ekonomi yang memengaruhi kualitas generasi mendatang. Melalui APRESIASI, kami ingin memberikan edukasi langsung kepada remaja agar mereka lebih memahami risiko ini,” jelas Ani.

Program APRESIASI memiliki tiga tahap pelaksanaan:

Jangka Pendek (60 Hari): Edukasi pranikah dimulai di dua kecamatan dengan kegiatan langsung di sekolah serta kompetisi video edukasi yang melibatkan Pusat Informasi dan Konseling Remaja (PIK-R).

Baca juga  Dinkes Kutim Lakukan Evaluasi Tahunan Kinerja Puskesmas

Jangka Menengah (1 Tahun): Perluasan kegiatan ke 18 kecamatan, monitoring dan evaluasi rutin, serta pemberian penghargaan kepada kader terbaik.
Jangka Panjang (2026): Penurunan angka stunting di Kutim hingga di bawah standar nasional (14 persen).

Ani juga menggarisbawahi pentingnya pelatihan intensif bagi kader dan petugas lapangan KB. Hal ini tidak hanya memperkuat struktur internal DPPKB, tetapi juga memastikan edukasi menyeluruh yang dapat mengubah pola pikir masyarakat terkait pengasuhan dan kesehatan keluarga.

Salah satu tantangan utama adalah kurangnya pemahaman masyarakat tentang kontrasepsi dan pengasuhan dini, khususnya di wilayah pedesaan. Untuk mengatasi hal ini, DPPKB Kutim merancang strategi komunikasi berbasis komunitas. Kegiatan utama melibatkan lintas sektor, pemerintah daerah, komunitas remaja, dan Duta Genre.

“Kami merancang pendekatan intensif, mulai dari edukasi langsung, lomba video, hingga kolaborasi dengan berbagai pihak untuk memastikan keberlanjutan program ini,” kata Ani.

Baca juga  Upaya Diskominfo Kutim Perkuat Keamanan Data OPD dengan Sentralisasi Server

Kesuksesan program ini diukur melalui tiga indikator utama: penurunan angka pernikahan dini, tercapainya target stunting nasional, dan meningkatnya partisipasi masyarakat dalam edukasi kesehatan keluarga.

Peluncuran APRESIASI menjadi langkah strategis untuk mengubah paradigma masyarakat, menjadikan generasi muda Kutim lebih sadar akan pentingnya pendidikan, kesehatan, dan kesiapan dalam membangun keluarga.

“Ini bukan hanya tentang angka atau data, tetapi tentang membangun masa depan generasi muda yang lebih baik,” tutup Ani dengan penuh optimisme.

Program ini juga mendapat dukungan penuh dari Kepala DPPKB Kutim, Junaidi, yang berharap APRESIASI menjadi model inspiratif bagi daerah lain. Dengan kolaborasi lintas sektor dan partisipasi aktif masyarakat, Kutim optimis dapat menjadi pelopor dalam upaya pencegahan pernikahan dini dan pengurangan stunting di Indonesia. (adv)

Share :

Baca Juga

KALIMANTAN TIMUR

Koordinasi Forkopimda Kutim Siapkan Pemilu 2024, Fokus pada Keamanan dan Distribusi Logistik

KALIMANTAN TIMUR

Workshop Film dan Fotografi untuk Pelajar: Langkah Dinas Pariwisata Kutim Bangun Generasi Kreatif

KALIMANTAN TIMUR

Kebakaran Desa Kernyanyan: Baznas dan Pemkab Kutim Perkuat Respons Bencana dengan Bantuan Tunai dan Strategi Pencegahan

KALIMANTAN TIMUR

Kaliorang Fokus Tingkatkan Potensi Ekonomi dan Wisata

KALIMANTAN TIMUR

Pemkab Kutim Umumkan Jadwal Seleksi PPPK dan CPNS 2024, Ini yang Perlu Diketahui!

KALIMANTAN TIMUR

Tingkatkan Kesejahteraan Keluarga Melalui Ketahanan Pangan: Bupati Kutim Dorong Pemanfaatan Sumber Daya Lokal

KALIMANTAN TIMUR

Warga Desa Muara Bengkal Ilir Antuasias Memilih Pemimpin

KALIMANTAN TIMUR

Disdikbud Kutim Alokasikan Anggaran Rp 2,5 Miliar dan Lahan 4 Hektare untuk Museum