Home / Uncategorized

Sabtu, 11 Oktober 2025 - 14:08 WIB

Upah Tukang di Sulawesi Tengah Paling ‘Irit’ Se-Indonesia, Hanya Rp 100 Ribu

PALU, PAMORNEWS – ​Sulawesi Tengah kini menyandang predikat yang kurang menguntungkan di sektor konstruksi.

Provinsi ini tercatat sebagai wilayah dengan rata-rata upah tukang harian terendah secara nasional, jauh di bawah rata-rata upah pekerja konstruksi di provinsi lain, bahkan dari tetangga di Pulau Sulawesi.

​Hal ini terungkap dalam publikasi Badan Pusat Statistik (BPS) bertajuk Indikator Konstruksi Triwulan II-2025.

​Jauh di Bawah Rata-Rata Nasional

​BPS mencatat, rata-rata upah tukang harian di Sulawesi Tengah hanya berkisar Rp 100 ribu per hari.

Angka ini terlampau jauh di bawah rata-rata upah tukang harian nasional yang pada periode Triwulan II-2025 mencapai Rp 140 ribu per hari. Artinya, upah di Sulteng hanya sekitar 71% dari rata-rata nasional.

Baca juga  Harmoni di Tana Luwu: Ketika Budaya Lokal Dihargai Sekolah Perantau

​Ironisnya, upah harian ini juga lebih rendah jika dibandingkan dengan provinsi tetangga di Sulawesi. Tukang di Sulawesi Selatan rata-rata mengantongi Rp 130 ribu per hari, sementara di Sulawesi Tenggara dan Gorontalo upahnya sedikit lebih tinggi, yakni Rp 135 ribu per hari. Perbandingan ini menunjukkan adanya disparitas signifikan di internal Pulau Sulawesi sendiri, dengan Sulteng berada di posisi terbawah.

​Pekerja Jakarta Kantongi Upah Tertinggi

​Di sisi lain spektrum, provinsi dengan upah tukang harian tertinggi di Indonesia ditempati oleh DKI Jakarta. Ibu Kota tercatat memiliki rata-rata upah harian sebesar Rp 165 ribu.

Baca juga  Pengurus Masjid Agung Periode 2026-2029: Momentum Perubahan Menuju Tata Kelola yang Lebih Baik

Selisih upah antara Jakarta dan Sulawesi Tengah mencapai Rp 65 ribu per hari, atau tukang di Jakarta mendapat 65% lebih tinggi dari rekannya di Sulteng.

​Selain DKI Jakarta, ada tiga provinsi lain yang juga menempati jajaran atas dengan rata-rata upah harian mencapai Rp 160 ribu per hari, yaitu Kalimantan Timur, Kepulauan Bangka Belitung, dan Maluku Utara.

​Data ini secara tidak langsung menggambarkan adanya kesenjangan ekonomi dan daya beli di sektor konstruksi antar-wilayah. Upah harian yang rendah di Sulteng dapat menjadi indikator tantangan dalam standar hidup dan kesejahteraan pekerja konstruksi di daerah tersebut. (***)

Share :

Baca Juga

Uncategorized

Luwu Raya di Persimpangan Jalan: Sandera Oligarki atau Terbentur Moratorium Pusat?

Uncategorized

Pemkab Morowali Bentuk TRC-PB Multisektor, Perkuat Kesiapsiagaan Hadapi Bencana 

Uncategorized

Media Siber Garda Terdepan, Ketua DPRD Palopo Dorong SMSI Jadi Duta Investasi Daerah

Uncategorized

Nopol Palopo di Luar Kota: Dilema Pajak dan TPP ASN, Kebijakan ‘Amankan PAD’ Berpotensi Bumerang

Uncategorized

Zulkifli Halid Jadi Kandidat Kuat Pj Sekda Palopo, Wali Kota Naili Trisal Dijadwalkan Melantik Besok

Uncategorized

Jaga Kebersihan Fasilitas Publik, Disporapar Luwu Utara Larang Warga Buang Sampah di Lapangan Tamsis

Uncategorized

PAN Resmi Nonaktifkan Eko Patrio dan Uya Kuya dari Jabatan Anggota DPR RI

Uncategorized

Polres Morowali Lakukan Pemeriksaan Kesehatan Jelang  Pengamanan Pilkada 2024