MAKASSAR – Peningkatan kapabilitas dan penempatan pejabat yang tepat (the right man in the right place) menjadi fokus utama Pemerintah Kabupaten Luwu Utara (Lutra).
Sebanyak 21 Pejabat Pimpinan Tinggi Pratama (Eselon II) di lingkungan Pemkab Luwu Utara kini tengah mengarungi proses uji kompetensi atau Job Fit yang krusial di Politeknik Lembaga Administrasi Negara (LAN) Makassar.

Kegiatan yang berlangsung selama dua hari, mulai 7 hingga 8 Desember 2025, ini menjadi langkah strategis untuk memastikan keselarasan antara kompetensi yang dimiliki pejabat dengan tuntutan jabatan yang mereka emban saat ini maupun potensi jabatan lain.
“Ini adalah Pejabat Definitif. Tujuannya adalah untuk mengukur kesesuaian dan kompetensi mereka, baik untuk jabatan yang sedang dipegang maupun sebagai bahan pertimbangan untuk rotasi atau mutasi,” terang Kepala Badan Kepegawaian dan Pengembangan Sumber Daya Manusia (BKPSDM) Luwu Utara, Arief Arief R. Palallo Minggu (7/12).
Panelis Lintas Sektor untuk Hasil Objektif
Untuk menjamin objektivitas dan integritas hasil, Panitia Seleksi (Pansel) Job Fit ini dibentuk dari berbagai unsur yang kredibel dan independen.
Kehadiran Pansel lintas sektor ini menunjukkan keseriusan Pemkab Luwu Utara dalam melakukan penilaian.
Tokoh Masyarakat
Kepala BKPSDM Provinsi Sulawesi Selatan
Inspektur Provinsi Sulawesi Selatan
Perguruan Tinggi (Unanda)
Politeknik LAN Makassar
Komposisi Pansel ini diharapkan mampu memberikan perspektif penilaian yang holistik, tidak hanya dari sisi administrasi kepegawaian, tetapi juga dari aspek akademis, pengawasan, hingga pandangan masyarakat.
Ujian Komprehensif: Dari Makalah hingga Wawancara Mendalam
Proses Job Fit dirancang secara komprehensif, mencakup dua materi penilaian utama yang harus dilewati oleh para pejabat.
Pembuatan Makalah: Para pejabat wajib menyusun dua jenis makalah. Pertama, Makalah Jabatan Sekarang, yang menguji pemahaman, capaian, dan rencana strategis terkait posisi yang sedang mereka duduki.
Kedua, Makalah Jabatan yang Dilamar, yang mengukur visi dan kesiapan mereka untuk menduduki posisi lain dalam lingkup Eselon II.
Wawancara Mendalam: Setelah penyerahan makalah, Pansel akan melakukan wawancara untuk menggali lebih dalam mengenai kompetensi manajerial, sosial kultural, rekam jejak, dan leadership masing-masing pejabat.
”Setelah semua proses ini selesai, Pansel akan memberikan rekomendasi dari hasil Job Fit tersebut kepada pimpinan daerah,” pungkas Arief Palallo.
Rekomendasi ini nantinya akan menjadi dasar kuat bagi Bupati Luwu Utara dalam mengambil keputusan terkait penempatan, promosi, atau rotasi pejabat.
Diharapkan, proses Job Fit ini mampu menghasilkan tata kelola pemerintahan yang lebih efektif dan efisien, didukung oleh Pejabat Pimpinan Tinggi Pratama yang benar-benar kompeten dan sesuai dengan kebutuhan organisasi.(***)










