PALOPO, PAMORNEWS – Arah pembangunan infrastruktur yang digagas oleh Walikota Naili Trisal belakangan ini mendapat apresiasi yang sangat lantang dari kalangan legislatif.
Dukungan penuh dan eksplisit datang dari Gedung Rakyat, di mana Anggota DPRD Kota Palopo, Taming M Somba dari Fraksi Gerindra, menilai visi pembangunan tersebut sebagai langkah strategis, tepat sasaran, dan yang paling utama, berpihak pada masyarakat luas.
Menurut Taming M Somba, fokus pemerintah kota saat ini terhadap penguatan infrastruktur vital adalah kebutuhan mendesak yang selama ini diimpikan oleh warga di pinggiran kota.

”Masyarakat di pinggiran, tepian, dan sudut kota ini memang sangat membutuhkan akses yang lancar,” ujar Taming.
“Mereka perlu jembatan yang kokoh, drainase yang fungsional, dan akses jalan tani yang kuat agar kehidupan dan ekonomi lokal bisa berjalan stabil dan berkelanjutan.”
Apresiasi dari Taming M Somba ini tidak lepas dari realitas tantangan geografis yang dihadapi Kota Palopo, terutama bagi warga yang bermukim di daerah aliran sungai.
Taming menjelaskan bahwa di daerah-daerah pinggiran, infrastruktur adalah garis pertahanan pertama melawan bencana.
Setiap musim hujan tiba, tantangan serius sering muncul ketika sungai Palopo meluap.
Luapan ini tidak hanya mengancam keselamatan perkampungan, tetapi juga secara perlahan mengikis area persawahan dan perkebunan, bahkan merusak jalur penting seperti jalan tani dan jembatan penghubung.
Oleh karena itu, pembangunan yang fokus pada infrastruktur vital dan penguatan daerah rawan bencana diyakini sebagai investasi jangka panjang yang krusial.
Fokus ini dipertegas dengan peninjauan Walikota Naili Trisal baru-baru ini terhadap jembatan penghubung di Kelurahan Batu Walenrang dan Mancani. Peninjauan ini, kata Taming, menegaskan bahwa pemerintah memandang sarana dan prasarana tersebut sebagai “jalur emas” pergerakan ekonomi rakyat, yang harus dipastikan kelayakan dan kekuatannya.
Visi Palopo Tumbuh Serempak dan Berkeadilan
Langkah Walikota Naili Trisal ini dicatat oleh wakil rakyat sebagai bentuk keberpihakan nyata pada masyarakat kecil. Dari jembatan penghubung yang vital bagi petani untuk mengangkut hasil panen, hingga drainase yang melindungi pemukiman dari banjir, seluruh proyek pembangunan kini bergerak dalam satu visi tunggal.
Visi tersebut adalah mewujudkan Palopo yang tumbuh serempak dan berkeadilan. Hal ini memastikan bahwa setiap warga, dari pusat hingga pelosok kelurahan, kini diposisikan sebagai bagian penting dari kemajuan dan pembangunan kota, yang dapat menikmati akses dan fasilitas yang sama tanpa terkecuali.(***)










