Home / Uncategorized

Minggu, 19 Oktober 2025 - 02:59 WIB

Dari Diskusi Kebijakan Sentralisasi Walikota  

Antara Semangat Akuntabilitas dan Ancaman Kegaduhan Publik

citizen reporter : andra

​PALOPO – Kebijakan Wali Kota Palopo yang menarik kewenangan pencairan anggaran daerah secara sentralistik melalui Surat Edaran (SE) kini menjadi bola panas.

Dibalik niat pemerintah untuk mencegah belanja Organisasi Perangkat Daerah (OPD) yang dianggap ‘ugal-ugalan’ dan meningkatkan akuntabilitas, kebijakan ini justru memicu polemik sengit, menghambat birokrasi, dan mengancam kegaduhan publik.

​Puncak dari perdebatan ini terkuak dalam Dialog Publik yang digagas oleh Gerakan Anak Muda Palopo (Ampo Palopo), yang mempertemukan akademisi, eksekutif, dan legislatif dalam satu ruang klarifikasi.

​Alarm dari Ruang Diskusi: Bahaya ‘One Gate Policy’

Kandidat Doktor ​Ekonomi Pembangunan , Afrianto, tampil sebagai narasumber kunci yang secara tegas menyuarakan alarm bahaya. Ia menyebut kegaduhan yang terjadi adalah konsekuensi logis dari kebijakan yang “langsung dilempar” tanpa melalui diskusi mendalam dan pelibatan pemangku kepentingan.

​”Kebijakan sentralistik seperti ini, apalagi yang diatur hanya melalui Surat Edaran, dikhawatirkan akan memperlambat pengambilan keputusan karena menumpuk di satu pintu. Ini bertentangan dengan semangat otonomi daerah,” tegas Afrianto.

Baca juga  Dari Tolada untuk Muhammadiyah: Benih-benih Pemimpin Berkemajuan Telah Bersemi

​Kritik Afrianto juga menepis anggapan bahwa suara sumbang datang dari pihak yang ingin mempertahankan status quo atau “sudah nyaman di pemerintahan sebelumnya.” Menurutnya, tidak ada urusan dengan pemerintahan sebelumnya , kritik adalah fungsi kontrol dan bukti kecintaan warga terhadap pemerintahnya, yang seharusnya mempermudah tugas pengawasan oleh legislatif.

​Dilema Akuntabilitas Versus Efisiensi

​Di sisi lain, perwakilan Eksekutif—diwakili oleh Plt Kabid Anggaran Imam Darmawan —berupaya menjelaskan landasan teknis kebijakan. Sentralisasi pengambilan keputusan ini diklaim sebagai langkah strategis dan rasional untuk meminimalisir pengeluaran belanja daerah yang tidak terencana dan meningkatkan transparansi, terutama pasca temuan penurunan pendapatan daerah. Itupun katanya fungsinya lebih pada monitoring.

​Namun, semangat akuntabilitas ini mendapat tantangan keras dari pihak Legislatif. Alfri, salah satu legislator, menyoroti bahwa kebijakan Surat Edaran (SE) Kepala Daerah tersebut dinilai tidak memiliki dasar hukum yang kuat (legal standing). Kekhawatiran ini sejalan dengan pandangan akademisi lain yang menyebut kebijakan ‘SP2D wajib Walikota’ sebagai ‘jebakan politik’ yang berpotensi melanggar mekanisme keuangan daerah yang sudah diatur.

Baca juga  Bawa Misi Triad KRR dan Edukasi AI, Jelajah Genre Part 1 Sukses Digelar di Kecamatan Rongkong

​Menggugat Peran Pengawasan, peserta diskusi

​ secara khusus menyoroti peran DPRD yang seharusnya menjadi penyeimbang pemerintah. Suara pemuda ini mendesak para wakil rakyat untuk kembali menjalankan fungsi kontrol/pengawasan secara maksimal, alih-alih justru membungkam kritik masyarakat.

​Kini, kebijakan sentralisasi pencairan anggaran di Palopo berdiri di persimpangan jalan—antara dorongan untuk akuntabilitas total dan risiko perlambatan birokrasi serta kegaduhan publik.

Akademisi dan aktivis percaya, polemik ini pada akhirnya harus diselesaikan dengan kembali ke meja aturan untuk mengklarifikasi dasar hukum dan memastikan efisiensi birokrasi tetap berjalan tanpa mengorbankan partisipasi publik.

​Dialog publik ini diharapkan menjadi langkah awal yang penting bagi Pemkot Palopo untuk membuka diri, mengklarifikasi kebijakan, dan melibatkan pemuda dalam mengawal masa depan anggaran daerah.(***)

Share :

Baca Juga

Polsek Bahodopi Tangkap Pelaku Pencurian dan Kekerasan Gunakan Airsoft Gun atau Replika Senjata Api

Uncategorized

Polsek Bahodopi Tangkap Pelaku Pencurian dan Kekerasan Gunakan Airsoft Gun atau Replika Senjata Api

Uncategorized

Kegiatan Pembersihan Gegung DPRD Pasca Demonstrasi

Uncategorized

Inovasi Sang Nahkoda: Tirta Mangkaluku Masih Terbaik di Sulawesi Selatan

Uncategorized

Wabup Morowali Iriane Iliyas Hadiri Rakornas Produk Hukum Daerah 2025 di Kota Kendari

Uncategorized

Witaponda Rayakan Hari Jadi ke-22, Bupati Iksan Ajak Masyarakat Jaga Soliditas

Uncategorized

Wabup Iriane Iliyas Saksikan Rangkaian Latihan Kekuatan Pertahanan Nasional di Morowali

Uncategorized

Sekda Morowali Yusman Mahbub Lepas Atlet Catur ke Kejurnas di Mamuju

Uncategorized

Safari Ramadhan Ke-II: Wali Kota Palopo Ajak Masyarakat Perkuat Kebersamaan dan Manfaatkan Layanan “OK Sappo”