LUWU – Aksi unjuk rasa besar-besaran yang mengatasnamakan perlawanan rakyat Luwu menyebabkan jalur transportasi utama Trans-Sulawesi lumpuh total sejak Jumat (23/1/2026) sore ini.

Massa melakukan aksi “Lockdown” di wilayah Walenrang-Lamasi (Walmas), Kabupaten Luwu, dengan memblokade jalan menggunakan pohon-pohon besar yang sengaja ditumbangkan.
Blokade Total di Titik Strategis
Blokade Total di Titik Strategis
Pantauan di lapangan menunjukkan massa menumbangkan sejumlah pohon besar di tengah jalan untuk memastikan tidak ada kendaraan yang dapat melintas, baik dari arah Kota Palopo menuju Luwu Utara maupun sebaliknya.
Selain tumpukan pohon, massa juga membakar ban bekas di beberapa titik jembatan utama.
Aksi ini merupakan bagian dari gerakan “Lockdown Luwu Raya” yang bertepatan dengan peringatan Hari Perlawanan Rakyat Luwu (HPRL).
Massa menuntut realisasi janji pemerintah pusat terkait pemekaran wilayah, yakni pembentukan Kabupaten Luwu Tengah dan Provinsi Luwu Raya.
Selain tumpukan pohon, massa juga membakar ban bekas di beberapa titik jembatan utama.
Aksi ini merupakan bagian dari gerakan “Lockdown Luwu Raya” yang bertepatan dengan peringatan Hari Perlawanan Rakyat Luwu (HPRL).
Massa menuntut realisasi janji pemerintah pusat terkait pemekaran wilayah, yakni pembentukan Kabupaten Luwu Tengah dan Provinsi Luwu Raya.
Kemacetan Mengular Puluhan Kilometer
Akibat penutupan jalan ini, arus logistik dan transportasi umum terhenti sepenuhnya.
Ratusan truk ekspedisi, angkutan antarkota, dan kendaraan pribadi terjebak dalam kemacetan panjang yang diperkirakan mencapai puluhan kilometer.
Akibat penutupan jalan ini, arus logistik dan transportasi umum terhenti sepenuhnya.
Ratusan truk ekspedisi, angkutan antarkota, dan kendaraan pribadi terjebak dalam kemacetan panjang yang diperkirakan mencapai puluhan kilometer.
“Kami tidak bisa bergerak . Pohon besar melintang di jalan dan massa sangat banyak. Kabarnya aksi ini akan berlangsung sampai besok,” ujar salah satu sopir logistik yang terjebak di area Walmas.
Rencana Aksi Hingga Besok
Informasi yang dihimpun menyebutkan bahwa massa mengancam akan menduduki jalan hingga Sabtu esok jika tidak ada pernyataan resmi yang memuaskan dari pihak berwenang.
Informasi yang dihimpun menyebutkan bahwa massa mengancam akan menduduki jalan hingga Sabtu esok jika tidak ada pernyataan resmi yang memuaskan dari pihak berwenang.
Pihak kepolisian dari Polres Luwu telah bersiaga di lokasi untuk melakukan negosiasi dan mengatur arus lalu lintas, namun massa tetap bertahan pada pendirian mereka untuk menutup akses jalan.
Himbauan bagi Pengguna Jalan:
Pengendara yang hendak melintasi jalur Trans-Sulawesi wilayah Luwu Raya diimbau untuk menunda perjalanan atau mencari tempat persinggahan yang aman.
Jalur alternatif untuk kendaraan besar hampir tidak tersedia, sehingga sangat disarankan untuk tidak memaksakan diri menuju titik aksi guna menghindari terjebak kemacetan tanpa akses logistik yang memadai.(***)
Pengendara yang hendak melintasi jalur Trans-Sulawesi wilayah Luwu Raya diimbau untuk menunda perjalanan atau mencari tempat persinggahan yang aman.
Jalur alternatif untuk kendaraan besar hampir tidak tersedia, sehingga sangat disarankan untuk tidak memaksakan diri menuju titik aksi guna menghindari terjebak kemacetan tanpa akses logistik yang memadai.(***)











