PALOPO – Langkah besar dalam penataan birokrasi di Kota Palopo mulai bergulir. Setelah resmi melantik Zulkifly Halid sebagai Penjabat (Pj) Sekretaris Daerah pada Jumat (23/01/2026), Wali Kota Palopo, Hj. Naili Trisal, kini tengah bersiap melakukan mutasi besar-besaran di jajaran pejabat eselon II, III, dan IV.

Perombakan kabinet ini bukan sekadar pergeseran posisi, melainkan bagian dari strategi besar untuk mewujudkan visi ‘Palopo Baru’.
Berikut adalah poin-poin utama dari rencana mutasi tersebut:
1. Dampak Efisiensi: Merger 39 Jadi 25 OPD
Mutasi akbar ini dipicu oleh adanya kebijakan perampingan struktur organisasi perangkat daerah. Pemerintah Kota Palopo melakukan langkah progresif dengan melakukan merger (penggabungan) dari sebelumnya 39 OPD menjadi 25 OPD. Hal ini menuntut adanya penataan ulang posisi kepala dinas, kepala badan, asisten, hingga staf ahli agar sesuai dengan struktur organisasi yang baru.
2. Menunggu Restu BKN (Pertek)
Wali Kota Naili Trisal menegaskan bahwa pihaknya sangat mengedepankan aturan birokrasi. Mutasi ini baru akan dilaksanakan segera setelah Pertimbangan Teknis (Pertek) dari Badan Kepegawaian Negara (BKN) diterbitkan.
”Ibu Wali Kota tidak akan mengadakan mutasi kalau belum ada Pertek, karena mematuhi aturan dan tidak mau ada aturan birokrasi yang dilanggar,” ujar sumber internal Pemkot Palopo.
3. Jadwal Eksekusi Awal Februari
Prediksi kuat menyebutkan bahwa mutasi ini akan digelar pada awal Februari 2026. Momentum ini dianggap sangat tepat karena pada 4 Februari 2026, kepemimpinan pasangan Wali Kota dan Wakil Wali Kota Palopo genap memasuki usia 6 bulan. Secara aturan, masa ini merupakan waktu yang ideal bagi kepala daerah untuk mulai melakukan penyegaran personil.
4. Harapan di Pundak Pj Sekda Baru
Sebagai Pj Sekda yang baru dilantik, Zulkifly Halid diharapkan menjadi motor penggerak dalam proses transisi ini. Wali Kota berharap Zulkifly mampu merangkul seluruh ASN dan memastikan bahwa pejabat yang terpilih nantinya benar-benar memiliki kompetensi yang sesuai dengan kebutuhan daerah.(***)











