Home / Uncategorized

Selasa, 10 Februari 2026 - 13:49 WIB

Protes “Balikpapan Bersolek”, Pemkot Minta Massa Pahami Batas Kewenangan dan Anggaran

BALIKPAPAN — Gelombang unjuk rasa mewarnai suasana di depan Kantor Wali Kota Balikpapan pada Senin (9/2/2026).

Aliansi Balikpapan Melawan (Bakwan) turun ke jalan guna mengkritik kebijakan pemerintah kota yang dianggap lebih fokus pada aspek seremonial ketimbang menyelesaikan persoalan dasar warga.

​Menanggapi aksi tersebut, Asisten I Sekretariat Daerah Kota (Setdakot) Balikpapan, Zulkipli, turun langsung menemui massa untuk memberikan penjelasan terkait kendala yang dihadapi pemerintah.

Fokus pada Kewenangan dan Anggaran
​Dalam orasinya, Zulkipli menekankan bahwa penyelesaian masalah infrastruktur, terutama jalan dan banjir, seringkali terbentur pada pembagian kewenangan antar pemerintah pusat, provinsi, dan kota.

​”Kadang-kadang itu bukan kewenangan kita (Pemerintah Kota), dan ini perlu diluruskan terlebih dahulu agar publik memahami konteksnya,” ujar Zulkipli di hadapan massa aksi.

Baca juga  Sinyal Kuat Diplomasi Pendidikan: UMB Palopo 'Diserbu' Calon Mahasiswa Timor Leste

​Selain masalah kewenangan, keterbatasan fiskal atau anggaran daerah menjadi tantangan utama.

Zulkipli mencontohkan, untuk menuntaskan masalah banjir di kawasan MT Haryono saja, dibutuhkan biaya yang sangat fantastis.
Berdasarkan master plan, anggaran yang diperlukan mencapai lebih dari Rp1 triliun.

Kritik “Hanya Bersolek”
​Aksi yang dimulai sekitar pukul 14.00 Wita ini berlangsung cukup panas. Massa sempat membakar ban bekas dan terlibat aksi tarik-menarik pagar dengan aparat keamanan.

​Koordinator Lapangan Bakwan, Jusliadin, menyatakan bahwa Balikpapan yang digadang-gadang sebagai gerbang Ibu Kota Nusantara (IKN) seharusnya tidak hanya mempercantik diri lewat seremoni.

Baca juga  Polresta Palu Gagalkan Peredaran 2 Kg Sabu, Pelaku Dibekuk Usai Aksi Pembuntutan

​Poin utama tuntutan Aliansi Bakwan antara lain:
​Penanganan banjir yang dinilai tidak konsisten dan lambat.

Krisis guru dan pemangkasan dana pendidikan.
​Masalah keselamatan lalu lintas yang masih mengancam warga.

​Proyek mangkrak, khususnya RS Sayang Ibu di Balikpapan Barat.
​Komitmen Pemerintah

Meski mengakui adanya kendala biaya dan lahan, Zulkipli memastikan bahwa penanganan banjir tetap masuk dalam sembilan program prioritas Wali Kota.
Ia mengajak mahasiswa dan masyarakat untuk berdiskusi secara bertahap guna mencari solusi kolektif.

“Penanganan banjir tidak bisa ujuk-ujuk (tiba-tiba) selesai, ini perlu proses. Kita butuh kesabaran dan keseriusan bersama,” pungkasnya.(***)

Share :

Baca Juga

Uncategorized

Polres Morowali Gelar Patroli Perintis Presisi untuk Menjaga Stabilitas Kamtibmas di Malam Hari

Uncategorized

Iksan Baharudin Bersyukur Listrik Menyala 24 Jam di Ulunambo-Pulau Paku

Uncategorized

Akun WhatsApp, “Masyarakat, ASN Dan Pengusaha Diminta Waspada

Uncategorized

Perjuangan Pemkot Palopo Merebut Kembali “Warisan” AKPER Sawerigading

Uncategorized

Bangkit dari Kevakuman, BUMDes Sejahtera Sidomakmur Sukses Panen Perdana 3 Ton Ikan Nila

Uncategorized

Saan Mustopa Tegaskan Rusdi Masse Masih Kader NasDem dan Pimpinan Komisi III DPR

Uncategorized

Bupati Iksan Tinjau Kualitas Gedung Sebelum Resmikan RSUD Salabangkapaku

Uncategorized

Selamat Ulang Tahun Budi Sada dari FKJ