Home / News

Sabtu, 1 Agustus 2026 - 11:16 WIB

Proyek PN Palopo Rp19,1 Miliar Disorot, Mutu Beton Diaduk Pakai Sekop Diragukan

PALOPO –Pembangunan Gedung Kantor Pengadilan Negeri (PN) Palopo bernilai fantastis, yakni Rp19,1 miliar, terus menuai sorotan tajam.

Proyek yang digarap oleh PT Joglo Multi Ayu ini terancam berurusan dengan hukum setelah konsultan pengawas dan praktisi konstruksi menemukan dugaan pelanggaran spesifikasi teknis yang cukup krusial—mulai dari beton yang diduga dioplos manual menggunakan sekop hingga tata kelola sampel yang amburadul.

​Tabir kelalaian ini mulai terbuka ketika tim konsultan pengawas dari PT Bias Multi Konsultan menerbitkan surat instruksi keras pada Jumat, 31 Juli 2026.

Dalam temuan resminya, pengawas mendapati tumpukan silinder beton di lapangan kehilangan rekam jejak, tidak dilengkapi tanda pengenal (marking), serta luput dari proses perawatan beton (curing) yang sesuai standar rekayasa konstruksi (good engineering practice).

​Situasi di lapangan kian memprihatinkan setelah praktisi konstruksi, Ali Kumaini, melakukan pemantauan langsung. Ia menemukan adanya penyimpangan mencolok antara dokumen Rencana Anggaran Biaya (RAB) dan realisasi pengerjaan fisik oleh kontraktor.

Baca juga  Tokoh Sasak Lombok Mahrip dukung IBAS-PUSPA pimpin Luwu Timur

“Yang perlu menjadi perhatian, terkait pekerjaan pondasi footplat, pengecoran sloof, dan kolom pedestal, di dalam RAB itu dengan jelas tertulis menggunakan ready mix dengan mutu beton K-250 agar mutunya benar-benar terjaga,” ujar Ali Kumaini ,Jumat, 31 Juli 2026.

Ali terkejut mendapati para pekerja di lapangan justru mengabaikan standar tersebut dengan mengaduk adonan beton secara manual menggunakan sekop. Mengingat bagian-bagian tersebut merupakan elemen struktur utama bangunan, ia menilai mutu beton sangat diragukan, berisiko tinggi, dan berencana membawa temuan ini langsung ke Aparat Penegak Hukum (APH).

Merespons ketidakpatuhan berlapis ini, Team Leader PT Bias Multi Konsultan, Andi Dahlan Paramadjeng, mengambil sikap tegas. Pihaknya memberikan ultimatum 2×24 jam bagi kontraktor untuk segera memperbaiki administrasi laboratorium, sistem curing, penandaan sampel, hingga menunjuk petugas Quality Control.

Baca juga  Luwu Utara Berduka, Dua Politisi Senior Yusran Hamka dan Imran Mattola Tutup Usia

​Lebih lanjut, Andi menegaskan bahwa pihaknya tidak akan memberikan kompromi terkait pencairan dana proyek.
“Konsultan Pengawas tidak dapat memberikan rekomendasi penerimaan mutu pekerjaan beton maupun penilaian prestasi pekerjaan (progress) sebagai dasar pembayaran kepada PPK,” tulisnya dalam surat penegasan tersebut. Tanpa rekomendasi ini, pencairan dana dari pemilik proyek kepada PT Joglo Multi Ayu otomatis bakal tertahan.

Di sisi lain, Pejabat Pembuat Komitmen (PPK), Rukani, hingga berita ini diturunkan masih memilih bungkam dan belum memberikan respons saat dikonfirmasi baik melalui telepon maupun pesan singkat. Kini, bola panas berada di tangan kontraktor; jika instruksi perbaikan ini diabaikan, seluruh risiko hukum dan ancaman kegagalan struktur bangunan akan sepenuhnya menjadi tanggung jawab PT Joglo Multi Ayu.(***/red)

Share :

Baca Juga

News

Senator Waris Halid Soroti Abrasi Parah di Batam, Komite II DPD RI Meninjau Langsung

News

IPB dan PoliDewa Palopo Gandeng PT Masmindo untuk Konservasi Hutan Latimojong

News

Pj Wali Kota & Kapolres Palopo Bersama Latihan Panahan Merah Putih

News

Bupati Luwu Utara Ajak ASN Iktikaf di 10 Malam Terakhir Ramadan

News

Menata Ulang Narasi Pertambangan Rakyat: Dari Dilema PETI Menuju Tata Kelola Berkelanjutan

News

Komnas HAM RI Minta Bupati Luwu Timur Tunda Penggusuran Lahan Petani Laoli

News

Mencegah Salah Bayar, Rifai Sarankan Penyewa Ruko Sawerigading Titipkan Sewa ke Pengadilan

News

Selamat Atas Pelantikan Pj. Sekda Kota Palopo