PALOPO — Kondisi kawasan perbukitan yang dikenal warga Kota Palopo sebagai Gunung Jati di wilayah Kelurahan Tomarundung, Kecamatan Wara Barat mendadak menghebohkan publik.
Area hijau di bagian punggung perbukitan tersebut kini tampak porak-poranda dan nyaris gundul terkupas akibat aktivitas pembukaan lahan.
Berdasarkan gambar yang dikirimkan oleh seorang warga Tomarundung, vegetasi pepohonan di lereng atas tampak dibabat habis hingga memperlihatkan hamparan tanah terbuka berwarna cokelat keputihan.
Warga pelapor yang enggan disebutkan identitasnya menduga lokasi tersebut bakal dijadikan sebagai areal perumahan.
Aktivitas penggundulan ini memicu keresahan mendalam di tengah masyarakat. Warga mempertanyakan apakah dugaan peruntukan perumahan tersebut sudah berada dalam pantauan instansi terkait, yakni Dinas Lingkungan Hidup (DLH) serta Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang (PUPR) Kota Palopo.
”Sejumlah warga sangat khawatir dari aktivitas yang menggunduli gunung tersebut. Ini bisa mengancam keselamatan warga,” ujar sumber tersebut.
Kondisi tersebut dinilai sangat membahayakan keselamatan warga yang bermukim tepat di bawah lereng gunung.
Warga khawatir terancam tertimpa material longsor apabila musim penghujan tiba.
Hingga berita ini tayang, belum diperoleh keterangan dari pihak-pihak pemangku otoritas di lokasi tersebut terkait legalitas maupun kepemilikan aktivitas pengerukan di puncak Gunung Jati tersebut.
Warga mendesak instansi berwenang segera turun tangan melakukan pengecekan lapangan demi mencegah potensi ancaman bencana ekologis. (***/red)









