Home / News

Kamis, 17 Oktober 2024 - 08:18 WIB

Waris Halid Nilai Kabinet Prabowo Tidak Jawasentris

JAKARTA, Pamornews – Presiden dan Wakil Presiden terpilih, Prabowo Subianto-Gibran Rakabuming Raka, memanggil sejumlah tokoh daerah, termasuk di antaranya Ketua Dewan Perwakilan Daerah (DPD) RI Sultan Bahtiar Najamudin untuk memperkuat kabinet di pemerintahan mendatang.

Juga ada tokoh daerah yang ikut dipanggil Prabowo, namun sebagai representasi kepentingan pusat seperti Amran Sulaiman dan Supratman Andi Agtas (Sulsel), serta Natalius Pigai (Papua).

Menanggapi hal itu, anggota Dewan Perwakilan Daerah DPD RI asal Sulawesi Selatan, Andi Abdul Waris Halid menilai hal itu sebagai wujud komitmen terhadap kepedulian pemerintahan Prabowo-Gibran kepada daerah.

“Tampaknya Pak Prabowo sangat peduli dengan pembangunan daerah, sehingga banyak tokoh daerah yang dipanggil untuk memperkuat pemerintahannya,” kata Senator dari Sulsel, Andi Abdul Waris Halid, dalam keterangannya, Rabu 16 Oktober 2024.

Baca juga  Tiga Parpol Diusung di Pilgub Sulteng, Jadwalkan Deklarasi Agustus

Diketahui, sejumlah tokoh daerah yang dipanggil Presiden terpilih Prabowo Subianto ke kediamannya Jl. Kertanegara, Jakarta, 15-16 Oktober lalu, di antaranya: 1. Sultan Bahtiar Najamudin (Bengkulu); 2. Wihaji (mantan Bupati Batang); 3. Maman Abdurrahman (Golkar, Kalbar); 4. Ribka Haluk (Pj. Gubernur Papua Tengah); 5. Sulaiman Umar (Kalsel); dan 6. Fauzan (eks Rektor Universitas Muhammadiyah Malang).

Andi Abdul Waris Halid berharap dengan banyaknya tokoh daerah yang dipanggil Presiden terpilih Prabowo Subianto itu, akan memperkuat pembangunan daerah, pemerataan pertumbuhan ekonomi, dan menghilangkan kesan Jawa Sentris.

Mengenai banyaknya tokoh dari beragam latar belakang yang diminta memperkuat pemerintahan mendatang, Senator asal Sulsel itu menduga Prabowo tidak ingin ada gangguan teknis di awal masa kerjanya.

Baca juga  PERUMDA TM Palopo Berbagi Paket Buka Puasa

“Artinya, Prabowo ingin kendaraan langsung jalan untuk menjalankan program,” kata Andi Abdul Waris Halid.

Sebagaimana diketahui para calon pejabat setingkat Menteri, Wakil Menteri, Kepala Badan, hingga utusan khusus yang dipanggil Prabowo ke kediamannya di Kertanegara, Jakarta, Senin (14/10/2024) dan Selasa (15/10/2024) terdapat wakil dari Partai Politik pendukung Koalisi Indonesia Maju (KIM) termasuk Partai yang baru bergabung, Relawan, Profesional, Akademisi, Tokoh Daerah, Ormas-Ormas yang berpengaruh di tanah air, termasuk dari kabinet pemerintahan Joko Widodo (Jokowi).

Menurut Waris Halid, hal tersebut sebagai upaya yang dilakukan Prabowo untuk memudahkan kerja kabinet pemerintahan yang akan dipimpinnya.

“Prabowo tampak sengaja mengakomodasi semua kelompok dan Partai dalam barisan kabinet dan tim kerja,” ungkap Waris Halid. (*)

Share :

Baca Juga

Senator Waris Halid Soroti Abrasi Parah di Batam, Komite II DPD RI Meninjau Langsung

News

Senator Waris Halid Soroti Abrasi Parah di Batam, Komite II DPD RI Meninjau Langsung
Pj Bupati Morowali Kunker ke PT Vale, Dukung Komitmen Keberlanjutan Perseroan

Morowali

Pj Bupati Morowali Kunker ke PT Vale, Dukung Komitmen Keberlanjutan Perseroan

News

Bandara Bua Tambah Jadwal Penerbangan

News

Pilih No.2, Program Pendidikan Gratis Seragam SD.SMP, Beasiswa S1,S2,S3, Palopo Semakin Baik
MAKASSAR-- Pj. Wali Kota Palopo Drs. H. Firmanza DP., SH., M. Si didampingi Pj Ketua Tim Penggerak PKK Kota Palopo, Ny. Hj. Isnada Firmanza menghadiri Launching Aksi Stop Stunting (ASS) di Aula Asta Cita Rujab Gubernur Sulawesi Selatan, Jl. Sungai Tangka No.31,Makassar Jumat, 25 Juli 2025. Selain itu, juga dilaunching Program Pendampingan Gizi di 504 Desa Lokus Provinsi Sulawesi Selatan Tahun 2025 serta dirangkaikan dengan Penandatanganan MoU Komitmen Pemerintah Daerah 24 Kab/Kota Dalam Mendukung Pelaksanaan Program Aksi Stop Stunting (ASS) 2025. Kegiatan ini dibuka secara langsung oleh Gubernur Sulawesi Selatan A. Sudirman Sulaiman, S.T. yang dihadiri oleh seluruh Kabupaten/ Kota se-Sulsel. Dalam sambutannya, Gubernur Andi Sudirman menekankan pentingnya sinergi lintas sektor dan komitmen kolektif dalam menangani masalah stunting, yang kini telah menjadi persoalan nasional. “Penanganan stunting tidak bisa dilakukan sendiri-sendiri. Butuh kerja sama dari semua pihak, terutama peran aktif desa dan PKK sebagai garda terdepan,” tegasnya. Sebagai wujud komitmen nyata, kegiatan ini juga dirangkaikan dengan penandatanganan MoU komitmen bersama Pemerintah Daerah dari 24 kabupaten/kota se-Sulsel dalam mendukung pelaksanaan Program Aksi Stop Stunting (ASS) 2025. Tak hanya itu, pada acara ini, Gubernur Sulsel juga melaunching sejumlah program pendukung lainnya seperti Ambulans Mini ICU RSUD, Pelayanan Kesehatan Bergerak (PKB), serta program Sulsel Melayani Andalan Hati, yang kesemuanya dirancang untuk memperkuat pelayanan kesehatan hingga ke pelosok desa. Kegiatan ini menjadi tonggak penting bagi Sulawesi Selatan dalam upaya kolektif mencegah dan mengurangi angka stunting. Dengan kolaborasi antara pemerintah daerah, TP PKK, dan masyarakat desa, diharapkan generasi masa depan tumbuh sehat, cerdas, dan berkualitas.

News

Launching Aksi Stop Stunting (ASS)
Tiga Parpol Diusung di Pilgub Sulteng, Jadwalkan Deklarasi Agustus

News

Tiga Parpol Diusung di Pilgub Sulteng, Jadwalkan Deklarasi Agustus
Ahmad Ali Tegaskan Pencalonan sebagai Gubernur Sulteng untuk Pengabdian

News

Dukungan Ahmad Ali Maju sebagai Calon Gubernur Sulawesi Tengah di Pilkada 2024
Penyaluran KUR, Pemkot Palopo kerja sama Pemprov Sulsel

News

Penyaluran KUR Giatkan UMKM, Pemkot Palopo kerja sama Pemprov Sulsel