Home / Uncategorized

Sabtu, 30 Agustus 2025 - 20:13 WIB

PALOPO, PAMORNEWS –Gelapnya malam di Makassar, Jumat , berubah menjadi mencekam ketika api melahap Gedung DPRD Makassar. Di tengah kepulan asap tebal dan kobaran api, satu nama menjadi saksi bisu tragisnya peristiwa: Syaiful.

​Ia bukan seorang demonstran, melainkan seorang abdi negara yang sedang menjalankan tugas. Sebagai Kepala Seksi Kesejahteraan Rakyat (Kasi Kesra) Kecamatan Ujung Tanah, Syaiful hadir mewakili camatnya untuk menghadiri Rapat Paripurna. Namun, malam yang seharusnya diisi diskusi legislatif itu, berakhir dengan kengerian tak terduga.

​Terjebak di Atas, Pilihan Terakhir Sang Pejabat

​Ketika kerusuhan pecah dan api mulai menjalar, Syaiful bersama sejumlah staf lainnya terjebak di lantai empat gedung. Panik dan putus asa, mereka mencari jalan keluar. Api yang terus membesar membuat jalan evakuasi tertutup. Dalam situasi hidup dan mati, Syaiful mengambil keputusan yang tak terhindarkan: melompat dari lantai empat demi menghindari kobaran api yang kian mendekat.

Baca juga  Dari Tolada untuk Muhammadiyah: Benih-benih Pemimpin Berkemajuan Telah Bersemi

​Aksi nekatnya itu terekam dan viral di media sosial, menjadi gambaran pilu perjuangan para korban. Syaiful sempat dilarikan ke Rumah Sakit Grestelina, namun luka serius yang dideritanya terlalu parah. Nyawanya tidak dapat diselamatkan.

​Duka dan Pengabdian yang Abadi

​Kepergian Syaiful meninggalkan duka mendalam. Pria berusia 43 tahun itu dikenal sebagai sosok yang berdedikasi tinggi dalam pekerjaannya. Kehadiran mantan sekcam dan kabid di pemkot palopo dalam Rapat Paripurna adalah bentuk pengabdian terakhirnya.

Baca juga  Hadiah Melimpah, BRI Morowali Ajak Warga Jadi Nasabah Simpedes 

​Tragedi ini menjadi pengingat pahit tentang dampak tak terkendali dari sebuah kerusuhan. Syaiful adalah salah satu dari tiga korban jiwa yang jatuh dalam peristiwa naas tersebut. Ia menjadi simbol dari mereka yang tidak bersalah, yang terjebak di antara kobaran api dan kekerasan massa.

​Kini, Syaiful telah tiada. Namun, kisahnya akan selalu dikenang sebagai pengorbanan seorang abdi negara yang gugur saat menjalankan tugasnya. Peristiwa di Gedung DPRD Makassar bukan hanya tentang bangunan yang hangus, melainkan tentang nyawa-nyawa yang hilang dan duka yang mendalam bagi keluarga serta bangsa.(***)

Share :

Baca Juga

Uncategorized

Jalin Sinergitas antar Pemprov Sulteng dan Pemdakab Morowali, Optimalisasikan Pelayanan Kesehatan di Wilayah 

Uncategorized

WABUP MOROWALI, IRIANE ILIYAS APRESIASI KUNJUNGAN LAPANGAN MAHASISWA S1 TEKNIK LINGKUNGAN UNTAD    

Uncategorized

BERKOMITMEN MENINGKATKAN KESEJAHTERAAN MASYARAKAT SEKITAR, MINAMAS PLANTATION KEMBALI SALURKAN BANTUAN DI KECAMATAN WITA PONDA SULTENG
Berpengalaman, DPP PAN Berikan Rekomendasi untuk FKJ di Pilkada Palopo

Uncategorized

Berpengalaman, DPP PAN Berikan Rekomendasi untuk FKJ di Pilkada Palopo

Uncategorized

Pemerintah Daerah Kabupaten Morowali Peringati Hari Kesehatan Nasional Ke-61 Tahun Ajak Masyarakat Jaga Kesehata
Bupati Iksan, Buka Uji Kompetensi dan Evaluasi Kinerja Pejabat Pimpinan Tinggi Pratama Lingkup Pemkab Morowali

Uncategorized

Bupati Iksan, Buka Uji Kompetensi dan Evaluasi Kinerja Pejabat Pimpinan Tinggi Pratama Lingkup Pemkab Morowali

Uncategorized

Palopo Bakal Rombak Total Birokrasi: 38 SKPD ‘Gemuk’ Dipangkas Jadi 25, Efisiensi Jadi Nyawa Pemerintahan Baru

Uncategorized

Safari Ramadan di Bungku Barat, Bupati Iksan: Keamanan Daerah Dimulai dari Rakyat