MASAMBA – Pemerintah Kabupaten Luwu Utara melalui Dinas Perdagangan, Perindustrian, Koperasi, dan UKM (DP2KUKM) dibawah kendali kadisnya , Akram Risa , terus berinovasi dalam memperkuat struktur ekonomi kerakyatan. Melalui Koperasi Merah Putih, pemerintah kini membuka pintu kolaborasi strategis yang menghubungkan potensi desa dengan ekosistem BUMN dan pelaku usaha berskala besar.
Bupati Luwu Utara, H. Andi Abdullah Rahim, S.T, menyatakan bahwa kunci keberhasilan ekonomi daerah terletak pada kolaborasi yang terukur dan terintegrasi.
”Kami ingin bergerak lebih cepat. Kemitraan ini bukan sekadar formalitas, melainkan jembatan bagi Koperasi Merah Putih untuk naik kelas dengan dukungan BUMN dan pelaku usaha,” ungkap Andi Abdullah Rahim.
Gerai Desa: Pusat Ekonomi Baru
Salah satu program unggulan yang kini tengah dimatangkan adalah pembangunan Gerai Koperasi Desa Bersama. Melalui koordinasi intensif dengan Project Management Office (PMO) dan
Business Analyst (BA), gerai ini dirancang untuk menjadi motor penggerak distribusi produk lokal dan penyediaan kebutuhan masyarakat dengan harga yang kompetitif.
Langkah ini diambil untuk memastikan bahwa setiap desa di Luwu Utara memiliki ketahanan ekonomi yang mandiri. Dengan sistem manajemen yang modern dan dukungan penuh dari dinas terkait, Koperasi Merah Putih diproyeksikan menjadi model koperasi percontohan di Sulawesi Selatan.
Membangun Masa Depan Bersama
Kehadiran Koperasi Merah Putih diharapkan menjadi jawaban bagi para pelaku UMKM dan masyarakat desa dalam mendapatkan akses pasar yang lebih luas. Pemerintah mengajak seluruh elemen masyarakat untuk mendukung akselerasi ini demi terciptanya kesejahteraan yang merata di seluruh pelosok Luwu Utara.(***)







