MAKASSAR – Proses seleksi calon Direksi Perumda Tirta Mangkaluku (TM) Kota Palopo memasuki babak krusial. Saat membuka Uji Kelayakan dan Kepatutan (UKK) di Hotel Grand Maleo, Makassar, Selasa (22/4/2026), Walikota Palopo Hj. Naili Trisal memberikan peringatan keras kepada Panitia Seleksi (Pansel).
Naili menegaskan bahwa dirinya tidak ingin proses seleksi ini dinodai oleh praktik “titipan” atau intervensi pihak luar. Secara khusus, ia meminta Pansel untuk tetap independen dan tidak terpengaruh oleh oknum yang mencoba mengambil keuntungan dengan mencatut namanya.
”Ini tidak bisa ditawar, profesionalisme adalah yang utama. Saya tidak mau mendengar ada yang datang membawa nama saya atau nama keluarga. Jika ada, tolong ditolak dan laporkan,” tegas Walikota Naili di hadapan tim Pansel dan peserta.
Mencari Sosok Nakhoda, Bukan Sekadar Kepala
Sebagai Kuasa Pemilik Modal (KPM), Walikota berharap seleksi ini melahirkan pemimpin yang mampu menjadi “nakhoda” bagi perusahaan yang melayani hajat hidup lebih dari 150 ribu warga Palopo.
Tantangan Perumda TM kedepan dinilai tidak mudah, mulai dari masalah topografi wilayah, distribusi, hingga tingginya tingkat kehilangan air (non-revenue water). Oleh karena itu, dibutuhkan direksi yang berani berinovasi dan cakap dalam manajemen modern.
13 Peserta Bersaing
Sebanyak 13 peserta yang dinyatakan lulus berkas mengikuti tahapan UKK ini. Mereka berasal dari berbagai latar belakang, mulai dari akademisi, profesional, hingga internal Perumda TM sendiri.
Ketua Pansel yang juga menjabat Sekprov Sulsel, H. Jufri Rahman, bersama anggota tim ahli lainnya tampak hadir mengawal langsung jalannya ujian guna memastikan pesan Walikota agar proses tetap “steril” dari politik praktis benar-benar terwujud.(***)
editor : aBa
Sumber: diskominfo










