Home / Luwu Utara

Sabtu, 16 Mei 2026 - 12:14 WIB

Jarang Baca Label Produk, Petani Berisiko Terpapar Racun Kimia secara Berlebih

LUWU UTARA – Pada Pelatihan Pestisida Terbatas yang dilaksanakan Aliansi Stewardship Herbisida Terbatas (Alishter) bekerja sama dengan Dinas Pertanian Kabupaten Luwu Utara baru-baru ini terungkap bahwa hanya 20 persen petani yang membaca label instruksi pada kemasan pestisida sebelum melakukan penyemprotan terhadap tanaman.

“Petani hanya 20 persen yang baca label. Jadi, petani itu jarang baca label,” ungkap Ketua Umum Alishter, Mulyadi Benteng, saat membawakan materi pada kegiatan Pelatihan Pestisida Terbatas yang dilaksanakan di Lapangan Desa Mappedeceng, Luwu Utara. Ia membawakan materi tentang “Teori Pemeliharaan Kalibrasi Sprayer dan Penyemprotan yang Aman dan Efektif”.

 

Materi Mulyadi Benteng ini fokus pada optimasi penggunaan alat agar dosis yang digunakan tepat sasaran tanpa membuang biaya berlebih, serta yang lebih utama dan penting adalah petani dapat menggunakan herbisida (pestisida) dengan aman dan nyaman. Sehingga tidak ada dampak atau risiko kesehatan yang bisa saja terjadi pada petani itu sendiri.

 

Abainya petani terhadap label produk dinilai dapat meningkatkan kasus keracunan pestisida serta kerusakan ekosistem lahan pertanian. Sehingga pihaknya berkewajiban membekali petani dan penyuluh tentang penggunaan herbisida yang aman. “Pestisida memiliki dampak yang tidak baik terhadap kesehatan dan lingkungan jika tidak digunakan dengan baik,” ucap Mulyadi.

Baca juga  Safari Dakwah Ustaz Abdul Somad di Luwu Raya, Haidir Basir Soroti Absennya Agenda di Kota Palopo

 

“Sepanjang pestisida digunakan sesuai dengan dosis penggunaannya, tidak akan berdampak pada kesehatan petani dan ekosistem tanaman itu sendiri. Namun, itu bukan satu-satunya. Petani juga wajib menggunakan APD secara baik dan benar. Nah, pelatihan kali ini, kita diajarkan bagaimana menggunakan APD dengan baik agar keselamatan tetap terjaga,” sambungnya.

 

Tak kalah menariknya, Mulyadi juga menyoroti kebiasaan petani melakukan “oplosan” pestisida. Fenomena ini acapkali kali terjadi di tingkat petani, dan sudah menjadi rahasia umum. Salah satu yang mendasarinya adalah keinginan untuk praktis atau beranggapan bahwa makin banyak jenisnya, maka makin ampuh juga pengendalian hama dan penyakit tanamannya.

 

Padahal, kata dia, mencampur atau menyatukan berbagai jenis bahan kimia tanpa dasar ilmiah yang jelas, maka sama halnya melakukan eksperimen laboratorium tanpa alat pengaman. “Petani kita selain jarang baca label, juga suka campur-campur pestisida. Pestisida ini bahan kimia. Jadi, kita imbau PPL agar tidak menyarankan campur-campur pestisida,” tegasnya.

Baca juga  SMAN 4 Juara Umum Lomba FLS3N 2026 Tingkat Kabupaten Luwu Utara

 

Seperti diketahui, herbisida atau pestisida merupakan bahan kimia aktif yang memerlukan dosis dan tata cara penggunaan yang lebih spesifik, yang mesti dilakukan dengan mengikuti anjuran yang yang tersedia pada label atau kemasan produk. Penggunaan melebihi dosis yang dianjurkan justru akan memicu resistensi terhadap hama dan penyakit tanaman lainnya.

Penggunaan APD atau alat pelindung diri juga bersifat mutlak bagi petani, karena abai terhadap APD, seperti tidak mengenakan masker atau sarung tangan, dapat memicu potensi terjadi bahaya keracunan pada petani. Termasuk pencampuran kimia berbahaya dengan menggabungkan dua produk pestisida tanpa panduan label, dapat memicu reaksi kimia beracun.

Rendahnya minat baca petani terhadap label dipicu oleh banyaknya petani yang merasa sudah berpengalaman selama puluhan tahun, sehingga tak perlu lagi membaca panduan pada kemasan produk. Membaca label tentu bukan sekadar formalitas, itu adalah langkah perlindungan diri bagi petani dan jaminan keamanan bagi konsumen yang memakan produk mereka. (LHr)

Share :

Baca Juga

Luwu Utara

Cegah Korupsi, Luwu Utara Siap Bersinergi dengan Pertanahan dan Implementasikan 9 Program Strategis KPK

Luwu Utara

Mencuri Solar Malangke demi Dollar Morowali

Luwu Utara

Pertama Kali ke Luwu Utara, Warga Bali Langsung Kunjungi Wisata Air Panas Pincara Masamba

Luwu Utara

Akselerasi Digitalisasi, Kepala UPT Pariwisata Luwu Utara Daftarkan Sertifikat Elektronik di Diskominfo-SP

Luwu Utara

Pastikan Layanan Tetap Berjalan Saat WFH, Bupati Luwu Utara Pantau Langsung Pelayanan di Disdukcapil

Luwu Utara

43 Warga Binaan Rutan Kelas IIB Masamba Lakukan Perekaman Biometric dan Padanan Data Kependudukan

Luwu Utara

PMTI Luwu Utara Dukung Penuh Mayjen TNI (Purn) Yulius Selvanus Lumbaa Pimpin PMTI 2026 – 2031
Bawa Misi Triad KRR dan Edukasi AI, Jelajah Genre Part 1 Sukses Digelar di Kecamatan Rongkong

Luwu Utara

Bawa Misi Triad KRR dan Edukasi AI, Jelajah Genre Part 1 Sukses Digelar di Kecamatan Rongkong