Home / KALIMANTAN TIMUR / Kutai Timur

Sabtu, 23 November 2024 - 13:56 WIB

Kaltim Komitmen Bebas BABS 2024 dan Percepat Penurunan Stunting

SAMARINDA – Provinsi Kalimantan Timur (Kaltim) resmi meluncurkan komitmen besar untuk mencapai target bebas buang air besar sembarangan (BABS) pada 2024. Langkah strategis ini dicanangkan dalam acara Dialog Membangun Komitmen Bersama yang digelar di Lamin Odah Etam, Samarinda. Acara ini juga menjadi momen penting untuk memberikan penghargaan kepada kabupaten/kota yang aktif berpartisipasi dalam upaya percepatan penurunan stunting.

Sekretaris Provinsi Kaltim, Hj. Sri Wahyuni, yang hadir mewakili Pj Gubernur Kaltim Akmal Malik, mengungkapkan bahwa empat kabupaten/kota di Kaltim sudah berhasil dinyatakan bebas BABS, yakni Kota Balikpapan, Samarinda, Bontang, dan Kabupaten Berau. Meskipun demikian, enam daerah lainnya masih bekerja keras untuk mencapai target 100 persen bebas BABS.

“Penandatanganan komitmen ini bukan hanya simbolis, melainkan bentuk tanggung jawab kepala daerah untuk menerjemahkan visi tersebut menjadi langkah konkret di lapangan. Kami berharap, seluruh wilayah Kaltim dapat bebas dari BABS pada 2030,” jelas Sri Wahyuni.

Baca juga  Kutim Prioritaskan Masa Depan Generasi Muda dengan Program Edukasi

Salah satu kabupaten yang turut menyukseskan program ini adalah Kutai Timur. Kepala Dinas Kesehatan Kutim, H Bahrani Hasanal, mengungkapkan bahwa Pemkab Kutim berkomitmen mendukung target nasional dengan membangun infrastruktur sanitasi yang memadai. Tahun 2024, Dinas Perumahan dan Permukiman Kutim akan membangun 500 jamban, dengan tambahan 800 jamban hingga 2026.

Namun, Bahrani menekankan bahwa kesuksesan program ini tidak hanya bergantung pada pembangunan fisik, melainkan juga pada perubahan perilaku masyarakat. Edukasi dan pendekatan langsung sangat diperlukan untuk memastikan dampak yang berkelanjutan.

Sri Wahyuni menambahkan bahwa keberhasilan program sanitasi berbasis masyarakat memerlukan perhatian pada lima pilar utama, yakni akses sanitasi layak, kebiasaan cuci tangan pakai sabun, pengelolaan air minum, pengelolaan sampah, dan penghapusan BABS. Infrastruktur yang memadai dan kesadaran masyarakat menjadi kunci untuk mencapai target bebas BABS.

Baca juga  Porprov III Korpri Kaltim, Momen Strategis Pembinaan Atlet ASN dan Penguatan Solidaritas Antarwilayah

Acara ini juga memberikan penghargaan kepada kabupaten/kota yang telah berkontribusi dalam upaya penurunan stunting. Penghargaan untuk Kabupaten Kutim diterima oleh Bahrani, sebagai apresiasi atas partisipasi aktif mereka dalam program nasional ini.

Sri Wahyuni menegaskan bahwa keberhasilan program ini tidak hanya untuk kesejahteraan kesehatan masyarakat, tetapi juga sebagai bentuk tanggung jawab moral bagi generasi mendatang. Dengan kolaborasi lintas sektor, Kalimantan Timur berkomitmen menjadi provinsi percontohan dalam pencapaian sanitasi layak nasional. (adv)

Share :

Baca Juga

KALIMANTAN TIMUR

Singa Mose Awali Langkah Gemilang di Porprov III Korpri Kaltim, Taklukkan Macan Dahan dengan Skor 6-4

KALIMANTAN TIMUR

Porprov III Korpri Kaltim, Momen Strategis Pembinaan Atlet ASN dan Penguatan Solidaritas Antarwilayah

KALIMANTAN TIMUR

DBD Meningkat di Musim Hujan, Dinkes Kutim Gelar Program Imunisasi Kejar

KALIMANTAN TIMUR

Peringatan HKN ke-60 di Kutim, Dinkes Ajak Warga Perkuat Gaya Hidup Sehat

KALIMANTAN TIMUR

Tingkatkan Keamanan Pangan, Dinkes Kutim Latih Pengelola Makanan

KALIMANTAN TIMUR

Porprov III Korpri Kaltim 2024: Ajang Unjuk Prestasi dan Persiapan Menuju Pornas 2025

KALIMANTAN TIMUR

Meningkatkan Kompetensi ASN Kutim Hadapi Tantangan Masa Depan melalui Bimbingan Teknis

KALIMANTAN TIMUR

Seskab Kutim Rizali Hadi Beri Contoh Partisipasi Aktif di Pilkada Serentak 2024