Home / Uncategorized

Sabtu, 18 Oktober 2025 - 02:41 WIB

Gerah Menyengat di Sulsel: Bukan Suhu Aktual, Tapi ‘Real Feel’ di Atas 37 Derajat yang Bikin Warga Kepanasan

MAKASSAR – Dalam beberapa hari terakhir, keluhan tentang cuaca panas yang menyengat di Sulawesi Selatan (Sulsel) membanjiri perbincangan, dari warung kopi hingga media sosial.

Meskipun termometer resmi Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) menunjukkan angka 33–35 derajat Celsius, suhu yang dirasakan tubuh (real feel) masyarakat jauh di atas itu, bahkan dilaporkan bisa mencapai lebih dari 37 derajat.

​Fenomena “panas ganda” ini ternyata bukan sekadar ilusi. BMKG Wilayah IV Makassar menjelaskan bahwa biang keladinya adalah kombinasi antara kelembapan udara yang tinggi dan kecepatan angin yang cenderung rendah.

​Beda Suhu Aktual dan Real Feel

​Ketua Tim Bidang Meteorologi Balai BMKG Wilayah IV, Rizky Yudha Pahlawan, menegaskan bahwa angka yang beredar luas di masyarakat dan terasa begitu menyiksa adalah suhu real feel, bukan suhu udara aktual.

​”Suhu udara aktual di wilayah Sulsel masih berkisar antara 33 hingga 35 derajat celsius,” jelas Rizky.

“Tetapi, karena memang kelembapan udaranya yang cukup tinggi, kemudian kecepatan angin yang cukup teduh, akhirnya yang dirasakan itu terasa lebih tinggi, bahkan bisa sampai ke terasa sekitar di atas 37 derajat celsius.”

​Kelembapan udara yang tinggi ini membuat proses penguapan keringat dari kulit menjadi lebih lambat.

Baca juga  Bupati Kutim Ajak Warga Jaga Kondusivitas Pasca Pilkada 2024

Keringat yang seharusnya menguap dan membawa panas dari tubuh, justru tertahan. Akibatnya, tubuh kesulitan mendinginkan diri, dan suhu yang dirasakan pun melonjak drastis.

​Ancaman Sampai Awal November

​Kabar kurang menyenangkan, BMKG memprediksi kondisi gerah menyengat ini masih akan mendominasi Sulsel hingga awal November 2025.

Penurunan suhu secara signifikan baru diperkirakan terjadi setelah curah hujan di wilayah tersebut mulai meningkat dan relatif lebih banyak.

​Meski demikian, tanda-tanda peralihan musim sudah mulai tampak, terutama di Makassar dan sekitarnya. Rizky menyebut, hujan tidak merata yang turun pada siang atau sore hari, setelah pagi yang panas terik, adalah indikasi kuat periode peralihan atau awal musim hujan.

“Kalau misalkan selama 3 dasarian ini curah hujan di atas 50 mm dan berlangsung secara berturut-turut, maka suatu wilayah tersebut sudah dikatakan musim hujan,” tambahnya.

​BMKG baru dapat memastikan wilayah mana yang benar-benar memasuki musim hujan pada November nanti.

​Menghadapi ‘Neraka Bocor’ Harian: Tips Menjaga Diri

​Suhu real feel yang ekstrem memiliki risiko kesehatan, mulai dari dehidrasi, kelelahan akibat panas (heat exhaustion), hingga yang paling berbahaya, sengatan panas (heat stroke).

Baca juga  Patroli Bersama di Luwu Utara: Busur Disita, Balap Liar Dibubarkan

​Untuk menghadapi kondisi yang terasa seperti “neraka bocor” ini, masyarakat diimbau untuk mengambil langkah pencegahan serius:

​Prioritaskan Hidrasi: Minum air putih yang banyak dan jangan menunggu haus. Hindari atau batasi minuman berkafein, alkohol, dan minuman manis karena dapat memicu dehidrasi.

​Perlindungan Ekstra dari Matahari: Kenakan topi, kacamata hitam, atau gunakan payung saat beraktivitas di luar ruangan.

Gunakan tabir surya (sunscreen) minimal SPF 30 pada kulit yang terpapar.

​Pilih Pakaian Tepat: Gunakan pakaian berbahan ringan, longgar, dan berwarna cerah. Pakaian berwarna gelap cenderung menyerap panas.

​Atur Waktu Aktivitas: Sebisa mungkin hindari atau kurangi aktivitas berat di luar ruangan pada puncak panas, yaitu antara pukul 11.00 pagi hingga 15.00 sore.

​Perhatikan Tanda Bahaya: Segera berteduh dan dinginkan tubuh jika mulai merasakan gejala seperti pusing, mual, kelelahan ekstrem, atau kram otot.​Fenomena suhu real feel yang lebih tinggi daripada suhu aktual ini menjadi pengingat bagi masyarakat Sulsel untuk lebih adaptif dan waspada terhadap perubahan cuaca, sekaligus menunggu tibanya hujan yang diharapkan akan membawa kesejukan kembali.

​[Sumber Utama: BMKG Wilayah IV Makassar]

Share :

Baca Juga

Uncategorized

Semarak HUT RI ke-80, Polres Morowali Gelar Olahraga Bersama Untuk Pererat Kebersamaan

Uncategorized

Samurai Siap Menangkan Rahmansyah-Harsono

Uncategorized

Kenaikan Harga Beras Premium di Palopo: Beban Berat bagi Masyarakat

Uncategorized

Sinergi Pemprov Sulsel dan Pemkot Palopo, Lapangan Gaspa Kini Punya Wajah Baru

Uncategorized

Sekda Yusman Mahbub Resmi Buka Lokakarya Perencanaan Penanggulangan AIDS, TBC, dan Malaria di Morowali

Uncategorized

Selamat Hari Raya Idul Fitri 1447 H, Hamsir Hamid, ST

Uncategorized

Selamat Hari Raya Idul Adha 1446 hijriah

Uncategorized

Buka Rakor Penanggulangan Kemiskinan dan Evaluasi Kinerja Daerah Tahun 2025, Wabup Iriane Iliyas Tekankan Pentingnya Komitmen dan Sinergi Bersama