PALOPO – Di tengah hiruk-pikuk JIEXPO Kemayoran Jakarta, Selasa (27/1/2026), sebuah senyum merekah dari wajah Walikota Palopo, Hj. Naili Trisal.
Di tangannya, sebuah trofi penghargaan Universal Health Coverage (UHC) Award 2026 kategori Utama berkilau di bawah lampu aula.
Bagi Kota Palopo, trofi ini bukan sekadar pajangan di lemari birokrasi. Ia adalah bukti otentik bahwa di bawah langit “Kota Idaman”, akses kesehatan bukan lagi sebuah kemewahan yang sulit digapai, melainkan hak dasar yang dijaga ketat oleh negara.

Menembus Standar Emas
Dari 24 kabupaten/kota di Sulawesi Selatan, hanya Palopo dan Luwu Timur yang berhasil membawa pulang predikat Utama. Ini adalah kasta tertinggi dalam penghargaan UHC, melampaui kategori Madya dan Pratama.
Namun, untuk mencapai titik ini, syaratnya tidak main-main. Kadis Kesehatan Kota Palopo, Irsan Anugrah, membeberkan “resep” di balik sukses tersebut.
“Ada tiga indikator baja yang harus ditembus. Palopo berhasil mencatat angka kepesertaan UHC sebesar 94%, tingkat keaktifan peserta di angka 91%, dan yang paling krusial: Pemerintah Kota tidak memiliki tunggakan premi sama sekali,” ungkap Irsan dengan nada bangga.
Anggaran 25 Miliar: Investasi Nyata untuk Rakyat
Di balik angka-angka statistik tersebut, ada komitmen finansial yang berani. Di tahun anggaran 2026, Walikota Naili Trisal tidak ragu menggelontorkan dana sebesar Rp25 miliar. Dana fantastis ini dialokasikan khusus untuk menyubsidi premi puluhan ribu warga Palopo agar tetap terdaftar di layanan Kelas III BPJS Kesehatan.
“Ini adalah wujud nyata kehadiran pemerintah. Kami ingin memastikan warga tidak perlu cemas saat jatuh sakit.
Biaya pengobatan sudah kami ‘amankan’ lewat subsidi ini,” tambah Irsan.
Dampak di Balik Kartu JKN
Direktur Utama BPJS Kesehatan, Ghufron Mukti, menegaskan bahwa apa yang dilakukan Palopo sejalan dengan target global Sustainable
Development Goals (SDGs) 2030.
Berdasarkan riset LPEM FEB UI, daerah dengan status UHC seperti Palopo cenderung memiliki tingkat kesakitan yang lebih rendah karena masyarakat tidak lagi takut memeriksakan diri secara dini.
Bagi warga Palopo, penghargaan ini adalah jaminan ketenangan. Saat ini, rata-rata kunjungan peserta JKN ke fasilitas kesehatan mencapai dua juta kunjungan per hari secara nasional.
Di Palopo, angka itu diterjemahkan sebagai kemudahan akses di Puskesmas hingga Rumah Sakit tanpa harus dihantui tagihan yang mencekik.
Awal Tahun yang Gemilang
Meraih penghargaan bergengsi di awal masa pemerintahan tahun 2026 menjadi sinyal positif bagi kepemimpinan Hj. Naili Trisal. Dengan predikat UHC Utama, Palopo kini berdiri sejajar dengan kota-kota maju lainnya di Indonesia dalam hal perlindungan sosial.
Sebuah pesan tersirat dikirimkan dari Jakarta ke pelosok gang di Kota Palopo: Bahwa sehat adalah hak semua orang, dan pemerintah kota hadir untuk menjaganya.(***)











