Home / Uncategorized

Senin, 9 Februari 2026 - 07:17 WIB

Simbol Matinya Keadilan, Massa Demo Tuntut Provinsi Luwu Raya Usung Keranda Mayat di Batas Luwu-Wajo

​LUWU – Suasana di pintu gerbang perbatasan antara Kabupaten Luwu dan Kabupaten Wajo mendadak tegang sore ini.
Massa demonstran yang tergabung dalam aliansi masyarakat dan mahasiswa menggelar aksi protes keras dengan membawa atribut yang sangat mencolok: sebuah keranda jenazah.
​Keranda tersebut, yang dibalut kain putih bertuliskan “GUBERNUR SUL-SEL”, diusung berkeliling di area tapak batas sebagai simbol kekecewaan mendalam rakyat terhadap kebijakan Pemerintah Provinsi Sulawesi Selatan yang dianggap tidak berpihak pada aspirasi masyarakat Luwu.
​Lumpuhkan Jalur Trans-Sulawesi
​Aksi ini menyebabkan antrean kendaraan yang cukup panjang di jalur utama yang menghubungkan kedua kabupaten tersebut.
Massa yang berkumpul di tengah jalan menjadikan keranda jenazah sebagai titik sentral orasi. Menurut orator aksi, keranda tersebut merupakan perlambang dari “matinya hati nurani penguasa” dalam mendengar jeritan masyarakat yang selama ini menuntut pembentukan Provinsi Tana Luwu.
​Para pendemo menegaskan bahwa tuntutan ini adalah harga mati demi percepatan pembangunan dan kesejahteraan masyarakat di wilayah tersebut.
​Aksi Simbolis yang Menegangkan
​Selain mengusung keranda “Gubernur Sul-Sel”, massa juga melakukan aksi bakar ban bekas yang mengirimkan kepulan asap hitam ke udara, menambah suasana mencekam di lokasi aksi.
​
“Kami membawa keranda ini bukan tanpa alasan. Ini adalah tanda bahwa keadilan di tana kami sudah dikubur hidup-hidup oleh janji-janji manis yang tidak terealisasi,” ujar salah satu koordinator lapangan dalam orasinya di hadapan massa yang memadati jalan.
​Harapan Wija To Luwu
​Warga dan aktivis yang hadir berharap aksi ini menjadi titik balik bagi perjuangan tuntutan keadilan bagi Wija To Luwu (masyarakat Luwu).
Selama ini, mereka merasa ‘ditinggalkan’ dalam proses pembangunan di Sulawesi Selatan, sehingga pemekaran menjadi provinsi baru dianggap sebagai solusi tunggal untuk mengejar ketertinggalan.
Arus lalu lintas di perbatasan Luwu-Wajo masih mengalami hambatan, namun massa tetap berkomitmen menyuarakan aspirasi mereka hingga mendapatkan respons nyata dari pemangku kebijakan.

Share :

Baca Juga

Uncategorized

Ardiansyah: Jejak Pengabdian dari Palopo hingga Menjaga Keadilan di Kota Minyak

Uncategorized

Bungku Tengah menjadi Penutup rangkaian Apel Umum, ini pesan Bupati Iksan

Uncategorized

Sesuai Permendagri 23/2024, Jabatan Direksi Perumda TM Palopo Hanya Patut Diisi Satu Orang

Uncategorized

Informasi Gangguan Layanan Distribusi Air

Uncategorized

Mutasi Jilid II Pemkot Palopo: Berikut Daftar 52 Pejabat Eselon 3 Yang Baru

Uncategorized

Waris Halid, Peraih Suara Terbanyak di Sulsel Resmi Jadi Senator DPD RI

Uncategorized

Bupati Iksan Soroti Komunikasi Atasan dan Bawahan, Persiapan Program 2027 Diperkuat

Uncategorized

Danrem 132/Tadulako Resmikan Jembatan Perintis Garuda, Buka Akses dan Harapan Baru Masyarakat Morowali Utara