MASAMBA – Kabupaten Luwu Utara mencatatkan performa ekonomi yang impresif. Berdasarkan data terbaru Badan Pusat Statistik (BPS) yang dirilis akhir Februari lalu, pertumbuhan ekonomi di daerah berjuluk Bumi La Maranginang ini melesat hingga 6,17%.
Capaian ini menempatkan Luwu Utara sebagai daerah dengan pertumbuhan ekonomi tertinggi ke-6 di Provinsi Sulawesi Selatan. Menariknya, pertumbuhan ini tidak lagi hanya bertumpu pada sektor tradisional, melainkan didorong oleh diversifikasi di enam sektor strategis yang tumbuh sangat pesat.
Jasa Keuangan dan Konstruksi Jadi Motor Utama
Sektor Jasa Keuangan dan Asuransi tampil sebagai primadona dengan pertumbuhan fantastis mencapai 16,41%. Lonjakan ini ditengarai berkat meningkatnya literasi keuangan masyarakat serta kemudahan akses modal bagi para pelaku usaha.
Asisten Ekonomi dan Pembangunan Luwu Utara, Aspar, mengungkapkan bahwa salah satu pemicu utama sektor ini adalah lonjakan tabungan masyarakat di perbankan lokal yang mencapai 54,10%—angka tertinggi di Sulawesi Selatan.
“Peningkatan tabungan masyarakat adalah faktor pendukung utama. Perbankan berfungsi sebagai perantara yang menghimpun dana dan menyalurkannya kembali dalam bentuk kredit atau investasi produktif,” jelas Aspar di Masamba baru-baru ini.
Menyusul di posisi kedua, sektor Konstruksi mencatatkan pertumbuhan sebesar 13,47%. Angka ini mencerminkan masifnya pembangunan infrastruktur, baik oleh pemerintah maupun swasta, yang efektif menyerap tenaga kerja lokal dan menggerakkan roda ekonomi daerah.
Konektivitas dan Geliat Sektor Lainnya
Sektor Transportasi dan Pergudangan juga menunjukkan tajinya dengan tumbuh sebesar 9,52%. Hal ini sejalan dengan meningkatnya konektivitas antarwilayah yang memudahkan distribusi komoditas unggulan daerah. Di sisi lain, sektor Pertambangan dan Penggalian turut memberi sumbangsih nyata dengan pertumbuhan sebesar 8,91%.
Geliat ekonomi juga terasa kuat di sektor hilir. Sektor Perdagangan tercatat tumbuh 5,83%, sementara sektor Penyedia Akomodasi, Makan, dan Minum tumbuh di angka 5,67%.
Pertumbuhan di bidang kuliner dan penginapan ini menjadi sinyal positif bahwa sektor pariwisata serta gaya hidup masyarakat kembali bergairah.
Menuju Ekonomi yang InklusifKeberhasilan pertumbuhan yang tersebar di berbagai lini ini menunjukkan bahwa ekonomi Luwu Utara mulai terdiversifikasi dengan baik dan tidak hanya bergantung pada satu aspek saja.
Dengan capaian tersebut, Pemerintah Kabupaten Luwu Utara kini fokus menjaga iklim investasi dan mendukung kemudahan berusaha. Tujuannya agar tren pertumbuhan yang kuat ini tetap stabil dan manfaatnya dapat dirasakan secara inklusif oleh seluruh lapisan masyarakat. (LHr)










