Home / Uncategorized

Kamis, 12 Februari 2026 - 12:53 WIB

Aktivis Sebut Kelalaian Pemerintah Palopo Berujung Maut, Tuntut Tanggung Jawab Hukum

[​Tragedi Jembatan Gantung Pajalesang]
​PALOPO – Tragedi jatuhnya korban jiwa akibat rusaknya jembatan gantung di Pajalesang memicu gelombang protes keras dari berbagai pihak.
Isra Rauf Basyuri, aktivis di Palopo, secara tegas menyatakan bahwa insiden maut ini bukan sekadar musibah biasa, melainkan bentuk nyata dari kelalaian pemerintah dalam mengelola aset daerah.
​Kelalaian yang Berujung Pidana
​Dalam pernyataannya, via akun medsosnya, Isra menekankan bahwa pemerintah daerah memiliki kewajiban mutlak untuk menjamin keamanan fasilitas publik. Jembatan gantung yang dibiarkan rusak tanpa perbaikan atau pengamanan yang memadai merupakan bukti abainya negara terhadap keselamatan warga.
“Ini adalah kelalaian pemerintah yang fatal. Mereka yang memiliki kewenangan mengelola aset daerah namun membiarkannya hingga menimbulkan korban jiwa harus bertanggung jawab secara hukum,” tegas Isra.
Untuk diketahui , ​ merujuk pada regulasi yang mengatur bahwa penyelenggara infrastruktur dapat dipidana jika abai memelihara fasilitas yang menyebabkan kecelakaan fatal (sesuai UU No. 22 Tahun 2009).
​Poin Utama Tuntutan:
​Santunan Penuh: Pemerintah Kota Palopo wajib memberikan santunan dan ganti rugi yang layak kepada keluarga korban sebagai bentuk pertanggungjawaban moral dan materiil.
​Proses Hukum: Mendesak aparat penegak hukum untuk mengusut adanya unsur kelalaian (Pasal 359 KUHP) oleh pejabat atau dinas terkait yang bertanggung jawab atas pemeliharaan jembatan tersebut.
Audit Infrastruktur: Menuntut audit menyeluruh terhadap seluruh jembatan dan fasilitas publik di Palopo agar kejadian serupa tidak terulang.
​Kritik Terhadap Peran LSM
Selain mengkritik pemerintah, Isra juga menyentil stagnansi gerakan sipil di Palopo. Ia mempertanyakan keberadaan LSM yang biasanya vokal namun terkesan sunyi dalam membela hak masyarakat bawah yang menjadi korban infrastruktur buruk.
​”Mana LSM yang biasanya teriak membela hak rakyat? Ini menyangkut nyawa manusia. Kasus ini harus dikawal, diviralkan, dan jangan dibiarkan menguap begitu saja tanpa ada keadilan bagi korban,” pungkasnya.
​Seruan Aksi
​Masyarakat diimbau untuk terus mengawal kasus ini di media sosial agar menjadi atensi nasional. Pemerintah tidak boleh hanya sekadar menyampaikan belasungkawa, tetapi harus menunjukkan langkah konkret dalam perbaikan sistem keamanan infrastruktur dan penyelesaian hak korban secara hukum.(***)

Share :

Baca Juga

Uncategorized

Selamat Hari Raya Idul Adha 1446 hijriah

Uncategorized

Perkuat Aspirasi Rakyat, Anggota DPRD Luwu Nyatakan Dukungan Penuh Pembentukan Luwu Tengah dan Provinsi Luwu Raya

Uncategorized

Makassar Bersiap Sambut Era Baru Konektivitas: Walikota Palopo Hadiri Peluncuran Sea Plane

Uncategorized

Dandim 1311/Morowali Jalin Silaturahmi dengan Insan Jurnalis Morowali
Wabup Morowali, Wakili Bupati dalam Rapat Paripurna terkait Penyampaian Tanggapan atas Ranperda Inisiatif DPRD Morowali

Uncategorized

Wabup Morowali, Wakili Bupati dalam Rapat Paripurna terkait Penyampaian Tanggapan atas Ranperda Inisiatif DPRD Morowali

Uncategorized

Jaga Kamtibmas Selama Ramadhan, Sat Samapta Polres Morowali Intensifkan Patroli Malam Hingga Menjelang Sahur

Uncategorized

Luwu Utara Matangkan Persiapan Pilkades Serentak 2026 di 41 Desa

Uncategorized

Menjaga Ekosistem Laut, IMIP Rehabilitasi Terumbu Karang Sombori