Home / Uncategorized

Selasa, 27 Januari 2026 - 18:45 WIB

JFK Suarakan Penyatuan Luwu-Toraja: Satu Rumpun Peradaban, Satu Provinsi

JAKARTA — Anggota Komisi III DPR RI dari Fraksi Partai Demokrat, Irjen Pol (P) Drs. Frederik Kalalembang (JFK), memberikan dukungan kuat terhadap wacana penyatuan wilayah Luwu dan Toraja dalam satu provinsi baru.
Menurutnya, gagasan ini bukan sekadar urusan administratif, melainkan upaya mengembalikan persatuan sejarah dan budaya yang telah lama terjalin.

Akar Sejarah dan Budaya yang Kuat
​Frederik, yang juga menjabat sebagai Ketua Umum Ikatan Keluarga Toraja Nusantara (IKaTNUS), menekankan bahwa Luwu dan Toraja memiliki ikatan peradaban yang tak terpisahkan.

​Satu Rumpun: Tana Toraja secara historis merupakan wilayah penyangga Kedatuan Luwu, kerajaan tertua di wilayah tersebut.
​Fondasi Budaya: Keduanya berbagi nilai mitologi yang sama, yakni Sureq La Galigo.
​Bukti Fisik: Keberadaan rumah adat Tongkonan di wilayah Bastem, Kabupaten Luwu, menjadi bukti otentik kesamaan struktur sosial antara kedua wilayah.

Baca juga  Ciptakan Ekosistem Energi Bersih Suatu Upaya di Kawasan IMIP

​”Toraja dan Luwu itu tidak bisa dipisahkan dari sisi sejarah. Penyatuan ini adalah upaya mengembalikan satu kesatuan wilayah yang sejak dulu memiliki ikatan kuat,” tegas Frederik di Jakarta, Senin (26/1/2026).
​Momentum Pencabutan Moratorium
​Pernyataan JFK ini muncul bersamaan dengan adanya sinyal dari Kemendagri terkait rencana pencabutan moratorium pemekaran daerah.

Baca juga  Info Nomor Aduan PERUMDA TM Palopo

Hal ini memberikan peluang besar bagi pembahasan pembentukan Provinsi Luwu Raya (atau gabungan Luwu-Toraja) untuk masuk ke meja perundingan nasional.

Rencananya, pada 5 Februari mendatang, Presiden i-OTDA akan mengundang para kepala daerah, tokoh Kedatuan, dan DPRD untuk memaparkan hasil kajian kelayakan terkait provinsi baru ini.

Analisis Singkat:
Langkah JFK ini dinilai sebagai dorongan politik strategis untuk mempercepat realisasi otonomi baru di Sulawesi Selatan, dengan memanfaatkan latar belakang sejarah sebagai alasan utama integrasi sosial masyarakatnya.(***)

Share :

Baca Juga

Uncategorized

Cooling System Pilkada Serentak, Tekankan Pentingnya Sinergitas Tiga Pilar

Uncategorized

Kompas Sukses Gelar THR Culinary Zone 2026, Bupati Morowali Beri Apresiasi

Uncategorized

Skor Masuk Kategori “Mampu”, Tapi Masih Terganjal Syarat Demografi

Uncategorized

Tak Ingin Diistimewakan, Bupati Luwu Utara Bayar Karcis Retribusi saat Tinjau Objek Wisata

Uncategorized

Menanti Titik Terang di Luwu Tengah
Rapat Paripurna Penyampaian Nota Keuangan T.A 2024, Wabup Iriane : Optimalisasikan Tata Kelola Keuangan Kabupaten Morowali

Uncategorized

Rapat Paripurna Penyampaian Nota Keuangan T.A 2024, Wabup Iriane : Optimalisasikan Tata Kelola Keuangan Kabupaten Morowali

Uncategorized

Sekda Morowali Yusman Mahbub Lepas Atlet Catur ke Kejurnas di Mamuju

Uncategorized

Perjuangan Pembentukan Provinsi Luwu Raya, 4 Ketua DPRD se-Luwu Raya Ekspose di Komisi II DPR RI Hari Ini