BANTAENG– Di balik peran besarnya sebagai pengasuh, pendidik utama, sekaligus penopang ekonomi keluarga, seorang ibu kerap memendam kelelahan dan tekanan psikologis yang sering kali tidak terlihat oleh lingkungan sekitarnya.
Berangkat dari kepedulian terhadap fenomena tersebut, mahasiswa Kuliah Kerja Nyata (KKN) Universitas Hasanuddin (Unhas) Gelombang 116, yang ditempatkan di Posko Kelurahan Tanahloe, mengambil langkah proaktif dengan menghadirkan program edukasi kesehatan mental bagi kaum ibu.
Program kerja individu bertajuk “Seminar Psikoedukasi Kesehatan Mental Ibu: Bersama Menjaga Kesehatan Mental Ibu, Mewujudkan Keluarga Bahagia” dipaparkan dalam forum seminar program kerja di Kelurahan Tanahloe, Kecamatan Gantarangkeke, Kabupaten Bantaeng, Jumat (10/7/2026).
Humas Mahasiswa KKN Unhas Posko Tanahloe, Tasya Hashifah Syahirah Maksum Runi, menjelaskan bahwa kegiatan ini merupakan bagian dari upaya mendukung tema besar pemberdayaan perempuan dan anak selama masa pengabdian masyarakat.
”Fokus kegiatan ini adalah meningkatkan kesadaran para ibu mengenai krusialnya menjaga kesehatan mental sebagai pilar utama kesejahteraan keluarga,” ujar Tasya kepada tim redaksi.
Menurut Tasya, kondisi psikologis seorang ibu memiliki korelasi langsung dengan keharmonisan keluarga. Beban kehidupan yang berlapis, mulai dari tantangan ekonomi, ekspektasi sosial, hingga peran ganda dalam urusan domestik, sering menjadi pemicu stres yang sering terabaikan.
Melalui seminar psikoedukasi yang direncanakan, para peserta akan dibekali dengan pemahaman dasar mengenai kesehatan mental, deteksi dini tanda-tanda stres, serta teknik sederhana dalam mengelola emosi dan menjaga stabilitas psikologis di tengah kesibukan sehari-hari.
Kegiatan ini tidak hanya terpaku pada penyampaian materi, tetapi juga dirancang secara interaktif melalui sesi diskusi dan berbagi pengalaman. Diharapkan, melalui suasana yang terbuka dan inklusif, para ibu dapat merasa lebih nyaman untuk mengenali serta merawat kesehatan mental mereka sendiri.
”Program ini kami harapkan menjadi langkah awal untuk membangun kepedulian yang lebih luas terhadap kesehatan mental di tengah masyarakat, khususnya bagi para ibu. Dengan kesadaran yang terbangun, kita berharap dapat mewujudkan keluarga yang lebih sehat, harmonis, dan sejahtera,” ungkap Tasya.
Langkah yang diinisiasi mahasiswa KKN Unhas ini menjadi pengingat bagi masyarakat bahwa membangun keluarga yang tangguh tidak hanya bersandar pada pemenuhan kebutuhan fisik semata.
Kehadiran ruang aman bagi ibu untuk menjaga kesehatan mental adalah investasi berharga. Sebab, ketika seorang ibu merasa tenang dan bahagia, kehangatan tersebut dipastikan akan mengalir ke seluruh anggota keluarga. (Red)
#KKnUnhasBantaeng
#KanalAkhmadBaso
#PamorNews









