Home / Kota Palopo

Sabtu, 30 Mei 2026 - 07:49 WIB

Palopo Terbaik Kedua Nasional, Wakil Ketua DPRD Pertanyakan Indikator Pengendalian Inflasi Kemendagri

PALOPO, PAMORNEWS.COM — Raihan penghargaan Kota Palopo sebagai terbaik kedua nasional dalam pengendalian inflasi pada Kemendagri Awards 2026 menuai catatan kritis dari pihak legislatif. Wakil Ketua Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Kota Palopo, Alfri Jamil, secara terbuka mempertanyakan indikator mendasar yang digunakan dalam menetapkan pencapaian tersebut.

​Meski pemerintah pusat mengganjar Pemkot Palopo dengan dana insentif fiskal sebesar Rp2 miliar, DPRD menilai potret keberhasilan tersebut tidak linear dengan kondisi ekonomi riil di akar rumput.

​”Apa indikatornya sehingga disebut terbaik kedua dalam bidang inflasi? Dari hasil pemantauan dan pengawasan kami di DPRD beberapa bulan lalu, kondisinya justru bertolak belakang dengan apa yang dirasakan masyarakat di lapangan,” ujar Alfri Jamil, Sabtu (30/5/2026).

​Berdasarkan fungsi pengawasan legislatif, Alfri membeberkan empat indikator utama mengapa penghargaan tersebut patut dikritisi:

​ Harga Sembako di Pasar Masih Melambung Tinggi

​Indikator pertama yang disorot DPRD adalah ketidaksesuaian harga pangan di pasar tradisional. Beberapa bulan lalu, DPRD bersama Tim Pengendalian Pangan dan Tim Saber (Sapu Bersih) Pengendalian Keamanan, Harga, dan Perizinan melakukan inspeksi mendadak (sidak) ke sejumlah titik.

 

​”Kami turun langsung sebagai sampel ke Pasar Niaga Palopo (PNP) dan Pasar Andi Tadda untuk meninjau harga sembako. Faktanya, harga barang-barang kebutuhan pokok di lapangan masih tinggi dan berada di atas Harga Eceran Tertinggi (HET) yang telah ditetapkan pemerintah,” ungkap politisi senior ini.

Baca juga  Kampanye “Ramadan Tanpa H” Sukses, Literasi Publik Berbuah Manis

 

Rendahnya Serapan TPP ASN dan Macetnya Fiskal Daerah

 

​Indikator kedua berkaitan dengan lambatnya perputaran fiskal (keuangan) domestik di Kota Palopo. Alfri menyebutkan bahwa salah satu penggerak utama urat nadi perekonomian di kota ini adalah belanja dari sektor Aparatur Sipil Negara (ASN).

 

​Namun, realisasinya justru sangat rendah. Belum cair atau lambatnya serapan Tambahan Penghasilan Pegawai (TPP) bagi ASN di lingkup Pemkot Palopo berdampak domino pada lesunya perekonomian kota.

​”Perputaran fiskal daerah masih jauh dari harapan. Salah satu indikasinya, serapan TPP ASN sangat rendah. Karena uang tidak berputar di lingkup pegawai, dampaknya tingkat daya beli masyarakat umum ikut merosot tajam,” cetusnya.

 

​Paradoks Deflasi: Harga Turun Bukan Karena Stabil, Tapi Daya Beli Loyo

 

​Melanjutkan poin kedua, Alfri menjelaskan indikator ketiga mengenai fenomena angka deflasi. Menurutnya, jika ada data yang menunjukkan angka inflasi terkendali atau bahkan cenderung deflasi, hal itu jangan langsung diklaim sebagai prestasi.

 

​Dalam kacamata ekonomi lapangan, deflasi atau penurunan harga yang terjadi di Palopo saat ini justru menjadi alarm bahaya bahwa masyarakat tidak memiliki uang untuk belanja.

Baca juga  Kemendagri Apresiasi Pengendalian Inflasi Di Kota Palopo

​”Tingkat deflasi yang masih tinggi ini membuktikan bahwa daya beli masyarakat kita sedang sangat rendah. Jadi harga terlihat ditekan bukan karena intervensi pasar yang sukses, melainkan karena tidak ada transaksi yang bergairah dari konsumen,” urai Alfri.

 

​Palopo Bukan Daerah Produsen

​Indikator kritis terakhir adalah status Palopo yang bukan merupakan daerah produsen barang pokok. Secara teori rantai pasok, komoditas yang ada di Palopo umumnya didatangkan dari luar daerah, sehingga biaya logistik dan ketergantungan sektoralnya sangat tinggi. Kondisi ketergantungan ini dinilai sangat rentan dan kontradiktif dengan klaim stabilitas inflasi yang mandiri.

 

​Hargai Data BPS, Namun Tetap Berpijak pada Fakta

​Kendati melontarkan kritik tajam, Alfri menegaskan bahwa DPRD Palopo tetap menilai data yang dikeluarkan oleh Badan Pusat Statistik (BPS) dan dokumen Tim Pengendalian Inflasi Daerah (TPID) bersifat objektif secara metodologi kelembagaan.

​”Kami memahami BPS memiliki kewenangan dan indikator ilmiah sendiri dalam menetapkan data primer mengenai inflasi. Kami menilai itu objektif dari sisi lembaga mereka. Namun, pendapat saya selaku wakil rakyat, data tersebut tidak berbanding lurus dengan realitas lapangan serta daya beli masyarakat yang saat ini masih jauh dari harapan,” pungkasnya. (red)

 

Share :

Baca Juga

Kota Palopo

Ribuan Peserta Jalan Sehat Bersama FKJ-NUR

Kota Palopo

Dihadiri Pemkot Palopo, Kejari Palopo Gelar Pemusnahan Barang Bukti yang Sudah Inkrah
Pj Wali Kota Apresiasi Respon Cepat Tagana Palopo Terhadap Bencana Banjir Luwu

Kota Palopo

DPMPTSP Palopo Gelar Bimtek Perizinan Berusaha dan Pengawasan Berbasis Risiko
Pemkot Palopo Hadiri Dialog IKA Unhas Bahas DAS Pacangkuda Latuppa

Kota Palopo

Pemkot Palopo Hadiri Dialog IKA UNHAS Bahas DAS Pacangkuda Latuppa
PALOPO - Pemerintah Kota Palopo menggelar kegiatan Dzikir dan Doa bersama dalam rangka Mewujudkan Pilkada Damai Pemilihan Suara Ulang (PSU) tahun 2025 di Kota Palopo. Kegiatan Dzikir dan Doa bersama yang digelar di Masjid Agung Luwu Palopo ini dihadiri oleh Pj. Wali Kota Palopo Drs. H. Firmanza DP, SH, M.Si., yang juga sekaligus memberikan sambutan. Dalam sambutannya, Firmanza DP menuturkan bahwa pada tanggal 24 Mei 2025 nantinya, masyarakat Kota Palopo akan melaksanakan PSU, dan kiranya PSU ini dapat berjalan dengan aman dan lancar. "Oleh karena itu, melalui kesempatan ini saya mengimbau kepada seluruh jamaah yang hadir mari kita sama-sama menggunakan hak pilih kita, sama-sama kita datangi TPS pada tanggal 24 Mei tahun 2025," kata Firmanza DP. Kamis, (22/5/2025). Firmanza DP juga mengajak kepada para jamaah untuk menciptakan suasana kondusif di Kota Palopo ini. "Saya selalu sampaikan bahwa Pilkada secukupnya saja, tapi persaudaraan itu adalah selamanya. Dan kita berharap bahwa Pilkada yang kita laksanakan ini bisa menghasilkan pemimpin yang betul-betul amanah dan betul-betul memperhatikan kita semua," lanjut Firmanza DP. Selain itu, RT/RW juga kiranya mengajak warganya untuk menggunakan hak pilihnya, serta dapat mengedukasi warga agar tidak membuat hal-hal yang bertentangan dengan aturan. "Saya juga berpesan kepada masyarakat untuk senantiasa menjaga lisannya agar tidak menyebarkan berita-berita hoax dan kemudian jangan main politik uang atau tidak ada money politik," pungkas Firmanza DP. Dalam kegiatan Dzikir dan Doa bersama ini juga dihadiri oleh Kapolres Palopo, Pj. Sekda, para Asisten Setda Palopo, para Pimpinan Instansi Vertikal, Ketua KPU Sulsel beserta jajaran. Serta turut hadir perwakilan Ketua Bawaslu Kota Palopo beserta jajaran, Ketua MUI Kota Palopo, para Ulama, para Pimpinan Universitas di Kota Palopo, para Kepala Perangkat Daerah Lingkup Kota Palopo, dan para Camat dan Lurah se-Kota Palopo.

Kota Palopo

Zikir dan Doa Bersama untuk PSU Palopo Aman dan Damai
Pesona Busana Adat Nusantara Warnai Peringatan Hardiknas di Kota Palopo

Kota Palopo

Pesona Busana Adat Nusantara Warnai Peringatan Hardiknas di Kota Palopo
Pemkot Palopo Lakukan Kunjungan Ke BBPJBN, Bahas Hal ini

Kota Palopo

Pemkot Palopo Lakukan Kunjungan Ke BBPJBN, Bahas Hal ini
Harkitnas 2024, Bangkit untuk Indonesia Emas

Kota Palopo

Harkitnas 2024, Bangkit untuk Indonesia Emas