JAKARTA – Pemerintah Kabupaten Luwu Utara di bawah kepemimpinan Bupati Andi Rahim terus bergerak cepat dalam mengupayakan penurunan angka kemiskinan.
Langkah strategis diambil dengan melakukan koordinasi langsung ke kantor Kementerian PPN/Bappenas RI untuk menyinkronkan kebijakan daerah dengan perencanaan nasional.
Pertemuan yang berlangsung baru baru ini, menjadi momentum penting bagi Pemda Luwu Utara untuk memastikan bahwa program-program unggulan daerah mendapatkan dukungan penuh, baik secara teknis maupun melalui pengalokasian anggaran dari pemerintah pusat
Sinkronisasi Berbasis Dampak Nyata
Bupati Andi Rahim menekankan bahwa penanganan kemiskinan tidak bisa dilakukan secara parsial, melainkan harus terintegrasi. Fokus utama dalam koordinasi ini meliputi
Integrasi Program Sektoral: Memastikan bantuan di sektor pertanian, UMKM, dan infrastruktur perdesaan saling terkoneksi untuk mendongkrak pendapatan masyarakat bawah.
Validasi Data Terpadu: Mengupayakan data kemiskinan di Luwu Utara benar-benar sinkron dengan sistem nasional agar intervensi pemerintah lebih presisi dan tepat sasaran.
Optimalisasi Anggaran: Memperjuangkan dukungan Dana Alokasi Khusus (DAK) dan program prioritas nasional untuk masuk ke wilayah Luwu Utara.
”Kami datang ke Bappenas untuk memastikan visi pembangunan Luwu Utara selaras dengan target nasional. Fokus kita jelas: menurunkan angka kemiskinan melalui pemberdayaan ekonomi yang berkelanjutan dan peningkatan kualitas layanan dasar,” tegas Andi Rahim.
Komitmen Menuju Luwu Utara Sejahtera
Pihak Bappenas RI mengapresiasi langkah proaktif yang diambil oleh Bupati Andi Rahim dan jajarannya. Sinergi ini diharapkan mampu mempercepat realisasi target penurunan kemiskinan ekstrem di Bumi Lamaranginang, sesuai dengan arah Rencana Pembangunan Jangka Panjang Nasional (RPJPN).
Dengan hasil koordinasi ini, Pemda Luwu Utara optimis dapat menghadirkan perubahan nyata bagi kesejahteraan masyarakat melalui kebijakan yang lebih terukur dan mendapat dukungan kuat dari pusat.(*)











