Home / Uncategorized

Sabtu, 4 Oktober 2025 - 13:48 WIB

Sekda Palopo Benarkan Tagihan Inkrah Lahan Terminal dan Pasar Sentral

pic.detik.com

pic.detik.com

PALOPO, PAMORNEWS – Pemerintah Kota (Pemkot) Palopo dihadapkan pada tantangan finansial yang masif di tengah masa transisi pemerintahan.
Selain harus menanggung utang belanja daerah yang nilainya di atas Rp200 miliar, Pemkot kini diwajibkan segera menyelesaikan pembayaran ganti rugi atas dua lahan sengketa yang telah memiliki kekuatan hukum tetap (inkrah), yaitu ruko terminal dan lokasi Pasar Sentral.
Kewajiban ini, yang diperintahkan langsung oleh putusan pengadilan, menjadi sorotan utama Tim Anggaran Pemerintah Daerah (TPAD).
⚖️ Perintah Pembayaran Lahan Inkrah
​Ketua Tim TPAD Pemkot Palopo, Firmanza DP, yang juga menjabat sebagai Sekretaris Daerah (Sekda) Kota Palopo, membenarkan adanya perintah untuk membayar ganti rugi kepada dua pihak pemenang sengketa.
​“Iya sudah ada perintah agar dibayarkan,” kata Firmanza, membenarkan bahwa pembayaran wajib dilakukan untuk lahan milik Allung (terkait ruko terminal) dan Buya (terkait lokasi Pasar Sentral).
Dua Kasus Kunci yang Wajib Dibayar:
​Lahan Ruko Terminal: Dimana putusan pengadilan memenangkan pihak Allung.
​Lahan Pasar Sentral (PNP): Dimana putusan inkrah telah memenangkan pihak Buya. (Kasus Pasar Sentral sendiri diketahui melibatkan lahan seluas kurang lebih 19.044\ M^2 yang dikuasai Pemkot tanpa hak, dengan tuntutan ganti rugi yang besar).
️ Angsuran dan Kondisi Keuangan Daerah
​Meskipun perintah pembayaran telah dikantongi, Firmanza menyebut prosesnya akan mempertimbangkan kemampuan finansial daerah.
​“Jika merujuk perintah dari Kemendagri, sepatutnya dibayarkan tahun 2026 mendatang,” ujarnya.
Namun, ia menekankan bahwa dengan melihat kondisi keuangan daerah saat ini, pembayaran tersebut kemungkinan akan diangsur dalam beberapa tahun anggaran.
​Firmanza tidak menampik bahwa kewajiban ini menjadi beban ganda. Pembayaran dua lahan inkrah ini bukan satu-satunya persoalan. Kota Palopo masih harus menyelesaikan tunggakan utang belanja yang angkanya melampaui Rp200 miliar.
​“Pembayaran dua lahan tersebut menjadi beban berat bagi pemerintahan baru di Kota Palopo. Sebab, belum lagi Kota Palopo masih memiliki utang belanja yang nilainya di atas angka Rp200 miliar. Namun karena perintah, maka wajib dibayarkan,” tegas Sekda Palopo ini.
​Kombinasi antara utang belanja yang menumpuk dan tagihan ganti rugi lahan yang telah inkrah ini menuntut strategi anggaran yang sangat ketat dari Pemkot Palopo di tahun anggaran 2026 dan tahun-tahun berikutnya.
Keputusan untuk mengangsur pembayaran menjadi opsi realistis demi menjaga stabilitas fiskal daerah.(***)

Share :

Baca Juga

Uncategorized

Menggali Kekuatan Koperasi di Dapur Kreatif PKK Palopo

Uncategorized

Mengunci “Lumbung Emas”, Mengapa Sulsel Sulit Merestui Luwu Raya?

Uncategorized

Media Gathering Imigrasi Morowali Dorong Optimalisasi Pelaporan Orang Asing (APOA)

Uncategorized

Mizar Roem Desak NasDem Tutup Pintu PAW untuk Putri Dakka: “Dia Sudah Lawan Keputusan Partai”

Uncategorized

ASN Pemkot Palopo Bisa Kerja dari Rumah Jelang Nyepi dan Usai Lebaran 2026, Ini Jadwalnya

Uncategorized

Pemerintah Cairkan THR Rp55 Triliun Mulai Senin Depan

Uncategorized

Jalur Ibadah Warga Aman Jelang Ramadan: Respons Kilat Pemkot Palopo Tangani Kanal Ambruk di BTN Nyiur

Uncategorized

Wabup Iriane Iliyas Buka Uji Kompetensi Manajerial dan Sosial Kultural JPT Pratama Morowali 2025