PALOPO— Pemerintah Kota Palopo di bawah kepemimpinan Wali Kota Hj. Naili Trisal dan Wakil Wali Kota Akhmad Syarifuddin menunjukkan kinerja sinergi yang luar biasa dengan pemerintah pusat.
Total nilai program kolaborasi pusat dan daerah untuk memperkuat infrastruktur, konektivitas, dan pelayanan publik di Kota Palopo periode 2025–2026 mencapai Rp68,8 miliar.
Capaian ini menjadi bukti kerja nyata lobi anggaran pusat yang dilakukan Wali Kota Palopo dari satu pintu kementerian ke pintu kementerian lainnya, di tengah keterbatasan APBD jika harus mengandalkan pendanaan mandiri.
Berdasarkan data infografis kinerja sinergi, alokasi tersebut menyasar sektor-sektor strategis. Dari Kementerian Pekerjaan Umum melalui Balai Jalan mengalokasikan anggaran untuk preservasi Jalan Andi Bintang senilai Rp6,5 miliar.
Sementara melalui Balai Besar Wilayah Sungai Pompengan Jeneberang, Kementerian PU menggelontorkan anggaran rehabilitasi Daerah Irigasi senilai Rp11,6 miliar dan rehabilitasi Pipa Battang Bambalu senilai Rp23,9 miliar. Kemudian melalui Balai Prasarana Permukiman Wilayah, dialokasikan pembangunan Instalasi Pengolahan Lumpur Tinja (IPLT) di Kelurahan Mancani senilai Rp12,5 miliar.
Dukungan juga datang dari Kementerian Perhubungan melalui Balai Pengelola Transportasi Darat dengan pembangunan Terminal Songka senilai Rp8 miliar, serta dari Kementerian Transmigrasi untuk preservasi Jalan Pantai Satu senilai Rp6,3 miliar.
Tak berhenti di situ, khusus untuk infrastruktur jalan daerah pada tahun 2026, terdapat alokasi tambahan sebesar Rp43 miliar dari kementerian melalui balai yang akan menyasar pengerjaan tujuh ruas jalan di Palopo mulai September mendatang.
Upaya keras Wali Kota Palopo dalam melobi anggaran pusat ini turut diapresiasi berbagai pihak. Keberhasilan mendatangkan anggaran pusat dinilai sebagai bentuk kerja nyata yang patut disyukuri. Kehadiran program-program ini diharapkan mampu meninggalkan bukti pembangunan yang signifikan bagi kemajuan Kota Palopo.(***/aBa)









