LUWU UTARA – Kabar gembira datang bagi masyarakat dan wisatawan yang ingin bepergian ke Masamba, ibu kota Kabupaten Luwu Utara (Lutra), Sulawesi Selatan. Maskapai Fly Jaya dikabarkan akan segera membuka rute penerbangan baru Makassar – Masamba Pulang Pergi (PP), menggunakan pesawat jenis ATR 72-500 dengan kapasitas 68 hingga 74 penumpang.

Pembukaan rute ini akan menjadi terobosan signifikan mengingat saat ini Bandara Andi Djemma di Masamba hanya melayani rute perintis dari dan ke Rampi serta Seko menggunakan pesawat Cessna 208 Caravan milik Susi Air.
Jalur udara langsung ini diharapkan mampu memangkas waktu tempuh yang selama ini dikenal sangat melelahkan. Perjalanan darat dari Makassar ke Masamba yang berjarak sekitar 430 Km bisa memakan waktu antara 10 hingga 12 jam.
Bahkan, bagi warga yang selama ini mengandalkan bandara terdekat, Bandara Lagaligo di Bua, Luwu, masih harus menempuh 60 Km atau sekitar 1,5 hingga 2 jam perjalanan darat menuju Masamba.
Kapurung Jadi Daya Tarik Wisata
Menyambut rencana penerbangan Fly Jaya, Bupati Lutra, Andi Abdullah Rahim, memiliki strategi promosi unik untuk menarik wisatawan ke daerahnya. Ia menjanjikan paket wisata kuliner khas Luwu.
”Ke Masamba naik pesawat, gratis makan kapurung,” kata Andi Abdullah Rahim di Makassar belum lama ini.
Kapurung adalah makanan tradisional Luwu berbahan dasar sagu yang disajikan dengan kuah sayuran dan berbagai lauk pelengkap.
Janji ‘kapurung gratis’ ini tentu menjadi daya tarik tersendiri, mengaitkan kemudahan akses transportasi dengan pengalaman kuliner lokal yang otentik.
Perjuangan Infrastruktur Darat
BDi balik antusiasme terhadap jalur udara, Bupati Andi Abdullah Rahim juga menyoroti tantangan infrastruktur darat di Lutra. Ia mengakui bahwa kondisi jalan masih menjadi persoalan serius.
”Jika melihat kondisi anggaran sekarang, butuh waktu sekitar 10 tahun,” ujarnya, merujuk pada kebutuhan anggaran yang besar untuk perbaikan jalan di seluruh Lutra.
Pada periode pertamanya, Bupati Andi Abdullah Rahim hanya mengalokasikan sekitar Rp 20 miliar untuk infrastruktur jalan, di tengah keterbatasan anggaran daerah. Meski demikian, ia terus berupaya mencari dukungan dana. Belum lama ini, ia menerima bantuan simbolis sebesar Rp 10 miliar dari Pemerintah Provinsi Sulsel, yang diprioritaskan untuk pembangunan infrastruktur dan pelayanan dasar, termasuk perbaikan jalan di Seko sepanjang 15 kilometer.
Dengan adanya penerbangan langsung ini, Masamba tidak hanya akan lebih mudah diakses, tetapi juga membuka peluang baru bagi pengembangan pariwisata dan percepatan ekonomi lokal, didukung janji manis Bupati untuk menyajikan Kapurung hangat sebagai sambutan kedatangan.(***)











