Home / Morowali

Minggu, 16 Maret 2025 - 09:19 WIB

Tiga Problem Dasar Sampah di Morowali yang Tak Kunjung Selesai

Morowali, 26 Februari 2025 – Sampah terus menjadi masalah meski sudah banyak inovasi dalam pengelolaannya. Sampah plastik dan kemasan produk kebutuhan sehari-hari (jenis sampah anorganik), dianggap tak berharga sehingga tidak terkelola dengan baik.

Head of Department Environmental PT IMIP (Indonesia Morowali Industrial Park), Yundi Sobur, mengatakan, hari ini sampah menjadi sebuah permasalahan yang harus menjadi perhatian dan perlu mendapat penanganan lebih komprehensif. Tak lagi menjadi tanggungjawab pemerintah saja, namun semua pihak, baik masyarakat, para pelaku usaha, dan elemen masyarakat lainnya harus ikut ambil bagian.

“Harapannya, setiap individu bisa terlibat, mereka bisa lebih peduli dan mengelola sampah yang mereka hasilkan sendiri,” kata Yundi Sobur, Rabu (26/02/25).

IMIP sendiri telah banyak program yang dijalankan untuk mengurai problematika sampah ini. Utamanya di Kecamatan Bahodopi sendiri. Mulai dari memberikan hibah mesin incinerator, menyelenggarakan pelatihan pengelolaan sampah agar bernilai ekonomis, membentuk kelompok swadaya masyarakat yang bertugas memilah dan mendaur ulang sampah, hingga mengusulkan ke pemerintah desa agar ada Perdes (Peraturan Desa) yang mengatur penanganan sampah ini.

Baca juga  Bupati Morowali, Iksan Baharudin Abd Rauf Terbitkan Surat Edaran Terkait Pengangkatan Pegawai Non-ASN Tahun 2025

Wawi Priyono, Pengawas Lingkungan Bidang Pengelolaan Sampah dan Limbah B3, Dinas Lingkungan Hidup Morowali, dalam kegiatan workshop pengelolaan sampah dalam rangka peringatan HPSN 2025 yang diselenggarakan oleh PT IMIP pada Sabtu (22/02/2025) menyebut, setiap harinya warga Bahodopi menghasilkan 200 ton sampah. Sehingga dalam sebulan, ada 6.000 ton sampah yang harus dicarikan solusi agar dapat diurai.

“Kami (DLH Morowali) juga sudah coba melakukan pelatihan kepada masyarakat. Menambah jumlah fasilitas bak sampah. Contohnya kontainer sampah yang ada di Desa Labota,” urai Wawi Priyono.

Baca juga  KASAD Resmikan Titik Air Di Morowali

Saat ini, kata Wawi Priyono, sudah ada Surat Edaran tentang pengurangan sampah plastik yang dikeluarkan oleh pemeritah Morowali pada Januari 2025 kemarin. Secara umum dalam surat edaran itu disebutkan agar warga dan/atau para pelaku usaha bisa terlibat dalam program pengurangan sampah plastik di Morowali.

Berdasarkan Website Sistem Informasi Pengelolaan Sampah Nasional, Kementerian Lingkungan Hidup RI, tahun 2024, jumlah timbulan sampah di Morowali sebanyak 62.214,26 ton. Hanya 5.326,65 ton saja yang bisa ditangani, dan 1.509,31 ton lainnya yang bisa dikurangi.

“Bagi kami, pengadaan fasilitas bukan menjadi sebuah solusi. Harus dari sumbernya, yaitu dari diri kita sendiri,” jelas Wawi Priyono. (Hfd/rls)

Share :

Baca Juga

Morowali

Polsek Bahodopi Bersama Instansi terkait Gelar Penyuluhan Bahaya Narkoba di SMAN 1 Bahodopi

Morowali

Jawab Tantangan Global Perkuat Hilirisasi dan Pasokan Nikel Bersih Dunia Memulai Fase Operasional Proyek PT Vale Indonesia IGP Morowali
Festival Durian Patut Diapresiasi (Pic. Shutterctock)

Morowali

Festival Durian Patut Diapresiasi

Morowali

PEMKAB MOROWALI GELAR MUSRENBANG RKPD 2026: MENUJU PEMERINTAHAN BERSIH DAN MELAYANI
Polres Palopo Gelar Operasi Keselamatan Pallawa 2025, Ini Sasaran Utamanya

Morowali

Polres Palopo Gelar Operasi Keselamatan Pallawa 2025, Ini Sasaran Utamanya

Morowali

Ribuan Kampus Masuk Kawasan IMIP

Morowali

Musrenbang Bungku Barat Digelar, Kaban Bappelitbangda Sampaikan Arahan Pj Bupati Morowali
Dandim 1311/Morowali & Kaban BPBD Morowali Sinergi Bantu Korban Banjir

Kota Palopo

Dandim 1311/Morowali & Kaban BPBD Morowali Sinergi Bantu Korban Banjir