Home / Uncategorized

Senin, 22 September 2025 - 18:30 WIB

Seruan Adat Pancai Perjuangkan Masyarakat & Adat Budaya Tana Luwu Menggema Sampai Senayan

Makassar, Pamornews – Komite II Dewan Perwakilan Daerah (DPD) RI menegaskan agar perusahaan tambang, khususnya PT Vale Indonesia, tidak mengabaikan nilai adat dan budaya dalam pelaksanaan program tanggung jawab sosial perusahaan (CSR).

Penegasan itu disampaikan dalam dialog pengawasan Undang-Undang Nomor 2 Tahun 2025 tentang perubahan keempat UU Minerba, yang digelar di Kantor Gubernur Sulawesi Selatan, Senin (22/9/2025).

Dialog tersebut dihadiri unsur kementerian, kepala daerah, perwakilan perusahaan tambang, serta tokoh adat Pancai Pao.

Sorotan Tokoh Adat Pancai Pao

Pemegang Mandat Adat Pancai Pao, Abidin Arief To Pallawarukka SH, menyampaikan bahwa perhatian perusahaan tambang terhadap adat dan budaya semakin berkurang, terutama sejak pengalihan saham ke MIND ID.

“Dulu, ketika masih PT Inco atau Vale murni, meski kecil, perhatian terhadap adat tetap ada. Sekarang sektor adat dan budaya makin terpinggirkan, padahal itu mandat kontrak karya,” tegas Abidin.

Baca juga  Studi Tiru Pengelolaan BUMD Air: Walikota Palopo Siap Replikasi Transformasi SDM Tugu Tirta Malang

Ia menekankan, adat bukan sekadar tradisi, melainkan mekanisme sosial yang membentuk masyarakat agar hidup rukun, menjaga lingkungan, serta menghormati aturan.

Sorotan DPD RI

Pimpinan Komite II DPD RI, Andi Abdul Waris Halid, dalam kesimpulannya menekankan agar PT Vale dan perusahaan tambang lainnya memberi perhatian serius pada isu adat, budaya, lingkungan, serta tenaga kerja lokal.

Senator La Nyalla Mattalitti juga menyoroti banyaknya keluhan masyarakat terhadap perusahaan. “Kalau banyak sorotan, berarti memang ada masalah. Jangan sampai perusahaan hanya untung, masyarakat yang menanggung akibatnya,” ujarnya.

Abidin Arief menaruh harapan pada kepemimpinan baru PT Vale Indonesia di bawah Bernardus Irmanto (Presdir/CEO) dan Budiawansyah (Direksi). Menurutnya, keduanya dikenal dekat dengan masyarakat, sehingga bisa membuka ruang dialog yang lebih baik.

Baca juga  PT Vale Meraih Bronce Award

Sekretaris Adat Karunsie, Hari Pengke, turut menambahkan bahwa perusahaan tambang hingga kini belum menunjukkan kepedulian terhadap situs budaya di sekitar area operasi.

Abidin menutup pernyataannya dengan mengingatkan kembali amanah sejarah Pancai Pao.

“Petta Pao adalah kakak kandung Raja Luwu ke-15, Petta Pattimang. Sejak abad ke-15, amanah beliau adalah menjaga kemuliaan Tana Luwu. Itu yang kami jalankan hari ini,” ujarnya.

Menurutnya, menjaga adat dan budaya berarti menjaga martabat masyarakat adat, melestarikan seni tradisi, membina generasi muda, dan memperkuat ekonomi lokal melalui kerajinan tradisional.

Share :

Baca Juga

TP PKK dan Dinkes Palopo Edukasi Ibu Hamil

Uncategorized

TP PKK dan Dinkes Palopo Edukasi Ibu Hamil

Uncategorized

Kodim 1311/Morowali Gelar Baksos Kesehatan Dalam Rangka Sambut HUT TNI ke-80 Tahun 2025

Uncategorized

Estafet Kepemimpinan BPBD Kota Palopo: Andi Farid Baso Rachim Resmi Menjabat Kepala Pelaksana

Uncategorized

BCA KCP Morowali Resmi Beroperasi, Bupati Iksan: Langkah Strategis Dorong Perekonomian Daerah

Uncategorized

Kafilah Sulteng, diwakili Kabupaten Morowali Tampil Memukau di Pawai Mobil Hias STQH Nasional XXVIII di Kota Kendari

Uncategorized

Pemkab Morowali Jamu Makan Siang Pangdam XXIII/Palaka Wira

Uncategorized

Buronan Kasus Penggelapan, Muraker Kristian, Berhasil Diamankan di Bandara SAMS Sepinggan

Uncategorized

LAPORAN BERSERI: MEMBEDAH JALAN TERJAL DOB LUWU RAYA (BAGIAN 2)