Home / News

Rabu, 17 Juni 2026 - 16:18 WIB

Dinamika Ekonomi Luwu Raya Triwulan I 2026: Sektor Non-Tambang Jadi Tulang Punggung Pertumbuhan

PALOPO, pamornews.com – Kinerja ekonomi wilayah Luwu Raya pada triwulan pertama tahun 2026 menunjukkan performa yang variatif namun optimis. Berdasarkan data terbaru, wilayah ini membuktikan ketangguhannya melalui pertumbuhan sektor non-tambang yang signifikan, yang menjadi penopang utama di tengah tantangan fluktuasi komoditas global.

​Kota Palopo mencatatkan angka pertumbuhan yang impresif di kisaran 9 persen. Capaian ini tidak lepas dari sinergi intensif antara pemerintah kota dan berbagai elemen masyarakat dalam menggerakkan roda ekonomi lokal, khususnya di sektor perdagangan, jasa, dan UMKM.

​Sementara itu, Kabupaten Luwu Utara berhasil mempertahankan tren positif dengan angka pertumbuhan 6,89 persen. Prestasi ini menempatkan Luwu Utara sedikit di atas rata-rata pertumbuhan ekonomi Provinsi Sulawesi Selatan yang tercatat sebesar 6,88 persen, serta melampaui rata-rata nasional di angka 5,61 persen.
Keberhasilan ini dinilai berkat konsistensi daerah dalam penguatan sektor pertanian dan pembangunan infrastruktur pedesaan.

Baca juga  Pendampingan Penginputan PM-PK SPIP Terintegrasi

​Anomali Luwu Timur

Di sisi lain, Kabupaten Luwu Timur mencatatkan dinamika yang menarik. Secara agregat, pertumbuhan ekonomi daerah ini mengalami tekanan akibat perlambatan pada sektor pertambangan bijih logam.

Namun, di balik angka tersebut, terdapat kabar menggembirakan: sektor non-tambang di Luwu Timur justru tumbuh sebesar 13,87 persen. Ini merupakan rekor tertinggi dalam lima tahun terakhir, yang menunjukkan bahwa upaya diversifikasi ekonomi mulai membuahkan hasil nyata bagi masyarakat setempat.

Baca juga  Dukungan Ahmad Ali Maju sebagai Calon Gubernur Sulawesi Tengah di Pilkada 2024

​Di Kabupaten Luwu, fokus pemerintah daerah saat ini tertuju pada pembenahan basis data. Di bawah kepemimpinan Bupati Patahudding, daerah tersebut tengah bersiap melaksanakan Sensus Ekonomi 2026. Langkah ini diambil sebagai upaya strategis untuk memastikan kebijakan pembangunan ke depan berbasis pada data yang akurat dan komprehensif.

Kondisi ekonomi Luwu Raya di awal tahun ini memberikan sinyal kuat bahwa ketergantungan pada satu sektor (terutama tambang) mulai dapat diimbangi dengan tumbuhnya sektor-sektor riil lainnya. Sinergi antar-daerah di Luwu Raya dalam menjaga stabilitas harga dan kelancaran arus barang menjadi kunci penting untuk mempertahankan momentum pertumbuhan hingga akhir tahun.(aBa)

 

Share :

Baca Juga

News

Praktisi Hukum Pertanyakan SOP Polisi Membakar Barang di Lokasi Dugaan Tambang Emas Ilegal
Ahmad Ali Tegaskan Pencalonan sebagai Gubernur Sulteng untuk Pengabdian

News

Dukungan Ahmad Ali Maju sebagai Calon Gubernur Sulawesi Tengah di Pilkada 2024
Rakor Pengendalian Inflasi Dan KLB Polio

News

Rakor Pengendalian Inflasi Dan KLB Polio

News

Jejak Cagub Sulteng 2024, Rusdy Mastura, Ahmad Ali, hingga Anwar Hafid: ‘Luar Biasa!’

News

Polda Sulsel Bongkar Jaringan Mafia BBM dan LPG Subsidi, Wilayah Luwu Raya Ikut Terseret

News

Soal Sengketa Ruko Terminal, Allung Padang Tegaskan Penetapan Ahli Waris Bukan Bukti Kepemilikan

News

Sidak IPAL Puskesmas Ponrang dan Ponrang Selatan: Tindak Lanjut Janji Komisi I DPRD Luwu Saat Reses

News

Terima 10 Ribu Blangko KTP, Bupati Lutra “Jemput Bola” ke Dirjen Dukcapil khusus Warga Pegunungan