Home / Uncategorized

Sabtu, 24 Januari 2026 - 19:41 WIB

Lumpuh Total Akibat Blokade Jalan, Harga BBM Eceran di Mangkutana Tembus Rp40 Ribu Per Botol

LUWU TIMUR – Gelombang unjuk rasa menuntut pembentukan Provinsi Luwu Raya yang melumpuhkan jalur Trans Sulawesi berdampak langsung pada meroketnya harga kebutuhan pokok, terutama Bahan Bakar Minyak (BBM).

Di wilayah Mangkutana, Luwu Timur, harga bensin eceran dilaporkan menyentuh angka fantastis, yakni Rp40.000 per botol.
​Sebuah video yang viral di media sosial memperlihatkan percakapan antara pengendara dan penjual bensin botolan di pinggir jalan.

Dalam video tersebut, penjual menawarkan Pertalite dan Pertamax dengan harga yang disamakan.
​”Sama kah harganya Pertalite dengan Pertamax?” tanya seorang pembeli pria.

“Iya, sama ji. 40 ribu,” jawab penjual tersebut singkat.

​Pemicu Kelangkaan: Blokade di Walmas dan Masamba
​

Lonjakan harga ini bukan tanpa alasan. Sejak Jumat (23/1/2026), ribuan pengunjuk rasa yang tergabung dalam aliansi pejuang Provinsi Luwu Raya menutup total akses jalan di beberapa titik krusial, termasuk di wilayah Walenrang (Walmas) dan Jembatan Baliase (Masamba).
​Penebangan pohon dan pembakaran ban di tengah jalan membuat mobilitas logistik terhenti total. Akibatnya:

Baca juga  Pj Wali Kota Hadiri Pendampingan Penginputan PM-PK SPIP Pemkot Palopo

​Stok SPBU Kosong:
Belasan mobil tangki Pertamina yang mengarah ke Luwu Utara dan Luwu Timur terjebak dalam kemacetan panjang selama puluhan jam.
​

Hukum Pasar Darurat: Karena stok di SPBU resmi habis, warga beralih ke pengecer. Kelangkaan yang ekstrem dimanfaatkan pedagang untuk menaikkan harga hingga empat kali lipat dari harga normal.

​Akses Terputus: Tidak hanya BBM, pasokan bahan pangan juga mulai terhambat masuk ke wilayah timur Sulawesi Selatan.
​Tuntutan Provinsi Luwu Raya

Baca juga  Kupas Tuntas Kontroversi KUHP Baru, Pamornews Bersama PBH PERADI Gelar Diskusi "SOTOMI" di Balikpapan

​Aksi “Lockdown Luwu Raya” ini merupakan bentuk protes keras masyarakat terhadap Pemerintah Pusat. Bertepatan dengan peringatan Hari Jadi Luwu (HJL) dan Hari Perlawanan Rakyat Luwu (HPRL), massa mendesak pencabutan moratorium pemekaran wilayah agar Provinsi Luwu Raya segera terbentuk.

​Hingga berita ini diturunkan, arus lalu lintas masih terpantau lumpuh di titik-titik blokade utama. Meski pihak kepolisian terus melakukan negosiasi, massa tetap bertahan dengan tuntutan mereka. Pengendara yang terjebak diimbau untuk mencari tempat istirahat yang aman dan menghemat penggunaan bahan bakar hingga jalur dibuka kembali.(***)

Share :

Baca Juga

Uncategorized

ASN Pemkot Palopo Bisa Kerja dari Rumah Jelang Nyepi dan Usai Lebaran 2026, Ini Jadwalnya
Hadiri Wisuda Unanda, Pemkot Sisipkan Ucapan Terima Kasih atas Partisipasi dalam PSU

Uncategorized

Hadiri Wisuda Unanda, Pemkot Sisipkahttps://pamornews.com/wp-admin/post-new.phpn Ucapan Terima Kasih atas Partisipasi dalam PSU

Uncategorized

Pertemuan Rujab Buntu, Aliansi Wija To Luwu Siap “Lumpuhkan” Jalan

Uncategorized

Bupati Iksan: “Gaji Tenaga Honorer Harus Dibayar, Ini Soal Kemanusiaan!”

Uncategorized

Menimbang Lidah Pejabat di Tana Luwu

Uncategorized

Polres Morowali Dorong Ketahanan Pangan Lewat Penanaman Jagung di PT Tamako Graha Krida

Uncategorized

Wujudkan Generasi Unggul, Bupati Andi Rahim Ajak Masyarakat Kawal SPMB Luwu Utara 2026/2027

Uncategorized

Sinergi Wujudkan Swasembada, Camat Bansel Apresiasi Peran Penyuluh di Expo Syngenta