PALOPO– Suasana di depan Kantor Walikota memanas hingga sore ini. Ratusan mahasiswa yang tergabung dalam aksi unjuk rasa masih terus merangsek masuk, menuntut pertemuan langsung dengan Walikota, Hj. Naili.

Aksi ini dipicu oleh kekecewaan mahasiswa terhadap pernyataan Walikota yang menyebutkan bahwa demonstrasi dengan penutupan jalan berdampak buruk bagi perekonomian daerah.
Massa menilai pernyataan tersebut merupakan upaya pembungkaman terhadap hak berpendapat dan pengalihan isu dari tuntutan utama mereka.
Walikota Bergeser ke Rumah Jabatan
Meski massa terus bertahan dan mendesak masuk ke dalam gedung, informasi di lapangan menyebutkan bahwa Hj. Naili sudah tidak berada di kantor.
Walikota dikabarkan telah bergeser menuju Rumah Jabatan (Rujab) sejak siang tadi untuk melanjutkan agenda lainnya.
”Kami tidak akan pulang sebelum bertemu langsung. Kami ingin beliau menjelaskan maksud dari pernyataan yang menyudutkan gerakan mahasiswa tersebut,” ujar salah satu koordinator lapangan dalam orasinya.
Hingga berita ini diturunkan, aparat keamanan masih berjaga ketat di gerbang masuk kantor walikota guna mencegah massa melakukan tindakan anarkis.
Belum ada pernyataan resmi dari pihak Sekretariat Daerah mengenai apakah Walikota akan menemui perwakilan mahasiswa di Rujab atau menjadwalkan pertemuan di hari lain.(***)











