Home / News

Minggu, 5 Juli 2026 - 13:58 WIB

Soal Sengketa Ruko Terminal, Allung Padang Tegaskan Penetapan Ahli Waris Bukan Bukti Kepemilikan

PALOPO — Menanggapi saran praktisi hukum Muhammad Rifai mengenai perlunya konsinyasi sewa ruko bagi pedagang di eks Ruko Terminal Sawerigading, Allung Padang, selaku pemenang perkara kepemilikan ruko yang telah inkracht, angkat bicara.

​Allung Padang mendukung langkah hukum tersebut sebagai upaya untuk menciptakan ketertiban di tengah sengketa lahan senilai Rp 99,6 miliar. Namun, ia merasa perlu meluruskan pemahaman publik dan para penyewa terkait pihak-pihak yang terus melakukan klaim atas ruko tersebut.

​Menurut Allung, terdapat kesalahpahaman mendasar mengenai status hukum yang sering digunakan oleh pihak lain. Ia menegaskan bahwa penetapan ahli waris tidak serta-merta menjadikan seseorang pemilik sah atas suatu aset.

Baca juga  Bupati Luwu Sambut Kedatangan Ustadz Abdul Somad Jelang Dzikir dan Tabligh Akbar Hari Jadi ke-67 Kabupaten Luwu

​”Pemilik sah itu sudah jelas. Harus dibedakan, ahli waris belum tentu pemilik. Penetapan ahli waris itu hanya legalitas hubungan keluarga, bukan bukti kepemilikan aset. Sebaliknya, putusan pengadilan yang inkracht itulah bukti kepemilikan yang sah secara hukum,” tegas Allung, Minggu (5/7/2026).

​Pernyataan Allung ini merespons masih adanya pihak-pihak yang melakukan penagihan sewa kepada pedagang dengan mengatasnamakan status ahli waris. Ia mengimbau para pedagang untuk tidak terjebak dalam kebingungan di tengah konflik yang memanas.

​”Kalau para penyewa bingung, atau merasa terganggu dengan adanya orang-orang yang datang meminta uang sewa, saran saya segera saja lapor ke pihak kepolisian,” tambah Allung.

Baca juga  Komnas HAM RI Minta Bupati Luwu Timur Tunda Penggusuran Lahan Petani Laoli

​Sebelumnya, praktisi hukum Muhammad Rifai mendorong mekanisme konsinyasi atau penitipan uang sewa ke Pengadilan Negeri Palopo sebagai jalan keluar bagi pedagang.

Hal ini disarankan agar pedagang tidak terjebak dalam risiko salah bayar, mengingat adanya sengketa multi-pihak antara Pemerintah Kota Palopo, Allung Padang, dan kelompok ahli waris yang tengah menggugat pembatalan wasiat di Pengadilan Agama.

​Rifai menekankan bahwa konsinyasi adalah tameng hukum bagi rakyat kecil agar tidak diintimidasi atau dipaksa membayar oleh pihak yang bersengketa selama status kepemilikan tanah masih status quo.(**/aBa)

#RukoTerminal
#AhliWarisBukanBuktiPemilik
#KanalAkhmadBaso
#PamorNews

Share :

Baca Juga

Tiga Parpol Diusung di Pilgub Sulteng, Jadwalkan Deklarasi Agustus

News

Tiga Parpol Diusung di Pilgub Sulteng, Jadwalkan Deklarasi Agustus

News

Imam Darmawan Makkawaru, S.STP., MM., Sosok di Balik Modernisasi Tata Kelola Aset Kota Palopo

News

Catatan Kritis Maksum Runi: Menyoroti Paradoks Investasi dan Kesejahteraan di Tana Luwu

Kota Palopo

Warga Forum Peduli Lembaga Kemasyarakatan Kelurahan se-Kota Palopo Gelar Aksi Unjuk Rasa
Budi Sada Dukung FKJ NUR

News

Farid Kasim Judas – Nurhaeni (FKJ-Nur) Mencatatkan Elektabilitas Tertinggi

News

Waris Halid Nilai Kabinet Prabowo Tidak Jawasentris

News

Sambut Iduladha 1447 H, PT Masmindo Dwi Area Tebar 34 Ekor Sapi Kurban di Latimojong

News

Luwu Utara Masuki Fase Transisi ke Pemulihan Pascabencana, Bupati: Tetap Waspada dan Tuntaskan Penanganan!