LUWU – Industri pertambangan emas tanah air bersiap menyambut kehadiran salah satu produsen besar berikutnya. PT Masmindo Dwi Area saat ini tengah memacu tahap pengembangan Proyek Emas Awak Mas yang berlokasi di Kecamatan Latimojong, Kabupaten Luwu, Sulawesi Selatan.
Dengan wilayah konsesi yang mencakup area seluas 14.390 hektar, proyek ini diproyeksikan akan memberikan dampak signifikan bagi industri pertambangan nasional serta roda perekonomian daerah. Untuk mendukung kelancaran seluruh proses ini, PT Masmindo Dwi Area mengintegrasikan koordinasi antara kantor pusat yang berlokasi di Graha Mitra, Jakarta, dengan kantor operasional (site) yang berada langsung di garis depan, tepatnya di Desa Rante Balla, Luwu.
Komitmen Nyata Terhadap Lingkungan dan Masyarakat
Di tengah ambisi pengembangannya, PT Masmindo Dwi Area menegaskan bahwa operasional tambang tidak hanya berfokus pada profitabilitas. Perusahaan berkomitmen penuh menerapkan pendekatan keberlanjutan melalui prinsip triple bottom line, yang menyeimbangkan antara aspek Lingkungan (Environmental), Sosial (Social), dan Tata Kelola (Governance/ESG).
Sebagai wujud nyata dari kebijakan lingkungan tersebut, manajemen secara aktif menjalankan program pemantauan dan perlindungan lingkungan secara berkala di sekitar area operasional tambang. Langkah ini diambil untuk memastikan bahwa ekosistem lokal tetap terjaga di setiap tahapan proyek.
Sinergi dan Pelestarian Alam Kontinu
Bergerak bersama pemangku kepentingan menjadi kunci utama bagi perusahaan. Masmindo secara rutin membangun sinergi dengan instansi pemerintah terkait, salah satunya Dinas Lingkungan Hidup (DLH), serta menggandeng masyarakat lokal dalam berbagai aksi nyata pelestarian alam.
Langkah kolaboratif ini diharapkan mampu menciptakan keharmonisan antara industri modern dan kelestarian lingkungan hidup di wilayah Luwu.(***)
Editor :aBa
Sumber:Rilis – website masmindo










