LUWU – Pemerintah Kabupaten Luwu bersama PT Masmindo Dwi Area (MDA) resmi meluncurkan Akademi MATAPPA pada Selasa (9/6/2026).
Program ini merupakan wujud nyata komitmen kedua belah pihak dalam meningkatkan kualitas sumber daya manusia (SDM) melalui inisiatif “Jaga Masa Depan Desa”.
Sebanyak 90 peserta yang berasal dari wilayah operasional PT Masmindo Dwi Area terpilih untuk mengikuti program ini. Mereka akan menerima pelatihan intensif serta sertifikasi kompetensi yang diakui secara nasional oleh Badan Nasional Sertifikasi Profesi (BNSP).
Fokus Pelatihan Kompetensi
Akademi MATAPPA tahun ini memfokuskan pelatihan pada lima bidang keahlian strategis yang relevan dengan kebutuhan dunia kerja saat ini, yaitu:
Otomotif
Teknisi AC
Listrik Industri
Room Service
Tata Boga
Sinergi Membangun Daerah
Program ini lahir dari Forum Desa (FORDES) Matappa, sebuah wadah kolaborasi antara pemerintah daerah, masyarakat, dan pihak swasta (MDA). Bupati Luwu, H. Patahudding, S.Ag., menegaskan bahwa pembangunan infrastruktur harus dibarengi dengan pengembangan kapasitas manusianya.
”Kita ingin masyarakat Kabupaten Luwu memiliki kemampuan dan daya saing yang baik. Pelatihan dan sertifikasi ini adalah bekal agar generasi muda kita mampu memanfaatkan peluang kerja yang tersedia dan meningkatkan taraf hidup mereka,” ujar Bupati Patahudding.
Senada dengan hal tersebut, Kepala Dinas Tenaga Kerja Kabupaten Luwu, H. Sofyan Thamrin, menambahkan bahwa kompetensi yang terukur dan sertifikasi nasional adalah “tiket” penting bagi masyarakat untuk memenangkan persaingan di dunia kerja yang semakin ketat.
Menuju Kemandirian Ekonomi
Selain mencetak tenaga kerja siap pakai, Akademi MATAPPA juga diarahkan untuk menciptakan wirausahawan baru. Kepala Teknik Tambang MDA, Mustafa Ibrahim, menjelaskan bahwa program “Jaga Masa Depan Desa” tidak hanya berhenti pada pelatihan keterampilan teknis.
”Kami ingin membuka lebih banyak peluang bagi masyarakat untuk tumbuh. Melalui penguatan UMKM dan pelatihan kewirausahaan, kami berharap masyarakat dapat membangun usaha mandiri yang berkelanjutan, sehingga tidak hanya bergantung pada sektor formal saja,” jelas Mustafa.
Program ini diharapkan menjadi langkah strategis dalam melahirkan tenaga kerja terampil sekaligus memperkuat pelaku usaha lokal di Kabupaten Luwu guna menciptakan masa depan ekonomi daerah yang lebih sejahtera.(ahy)
sumber’ Rilis Masmido Dwi Area











