BELOPA – Perusahaan Umum Daerah (Perumda) Tirta Latimojong Kabupaten Luwu mengambil langkah strategis untuk memulihkan dan meningkatkan layanan air bersih pada tahun 2026 ini.
Salah satu fokus utamanya adalah pembangunan intake baru di aliran Sungai Dadeko, Kecamatan Bajo Barat.
Langkah ini diambil menyusul kerusakan parah pada sarana dan prasarana air bersih akibat bencana banjir beberapa bulan lalu yang turut menyeret jaringan air baku milik PDAM Luwu.
Direktur Perumda Tirta Latimojong, Mardi, menjelaskan bahwa pembangunan intake di Sungai Dadeko dilakukan dengan pertimbangan matang untuk menjamin kualitas air yang dikonsumsi masyarakat.
”Pembangunan intake ini bertujuan untuk pemenuhan sumber air baku yang lebih terjamin. Kami memastikan sumber air di titik ini bebas dari kontaminasi zat kimia yang mungkin timbul akibat aktivitas pertambangan emas PT Masmindo Dwi Area (MDA),” ujar Mardi Saleh, SE saat dikonfirmasi melalui sambungan telepon, Jumat (19/6/2026).
Mardi mengungkapkan bahwa seluruh pembiayaan pembangunan intake tersebut bersumber dari pihak PT Masmindo Dwi Area (MDA) dengan nilai investasi mencapai Rp1,5 miliar. Selain untuk mengganti fasilitas yang rusak akibat banjir, proyek ini juga menjadi solusi atas kerentanan jaringan air baku sebelumnya.
Di sisi lain, Mardi mengakui bahwa operasional penyaluran air bersih saat ini masih mengandalkan sistem pompanisasi. Hal tersebut menjadi tantangan tersendiri bagi pihak perusahaan dari sisi efisiensi biaya.
”Untuk saat ini, air PDAM yang dinikmati konsumen masih melalui proses pompanisasi. Operasional untuk sistem pompanisasi ini saja menelan biaya mencapai Rp50 juta setiap bulannya,” tambahnya.
Diharapkan dengan selesainya pembangunan intake baru di Sungai Dadeko nantinya, kendala penyaluran air baku dapat teratasi dan beban operasional perusahaan dapat lebih ditekan, sehingga layanan air bersih kepada masyarakat Luwu dapat berjalan lebih optimal dan berkelanjutan.(***)
Liputan: Arw






