OLuwu Utara – Ada yang sedikit berbeda dari biasanya saat pelaksanaan Upacara Hari Kesadaran Nasional (HKN) lingkup Pemerintah Daerah (Pemda) Kabupaten Luwu Utara belum lama ini.
Pemandangan berbeda yang tersaji ini memantik apresiasi dari sebagian besar peserta upacara. Bagaimana tidak, jika biasanya petugas penggerek bendera Merah Putih didominasi kaum adam, maka tugas berat tersebut diambil alih tiga ASN perempuan.
Ketiga srikandi tersebut berasal dari DPMPTSP. Dengan langkah tegap, penuh percaya diri, mereka berhasil mengibarkan bendera Merah Putih di langit Bumi La Maranginang.
Tampilnya tiga ASN perempuan sebagai penggerek bendera ini dinilai sebagai langkah yang sangat berani dan terkesan luar biasa. Pasalnya, mereka mau mengemban tugas tersebut.
Di lingkungan birokrasi pemerintahan, tugas ini acapkali dihindari sebagian besar ASN perempuan karena tingginya tekanan, risiko kesalahan, tuntutan fisik, serta konsentrasi prima saat upacara berlangsung.
Namun, stigma tersebut berhasil dipatahkan. Ketiga personel DPMPTSP ini membuktikan bahwa dengan mental yang kuat dan persiapan yang matang, ASN perempuan juga mampu mengemban tanggung jawab yang sama besarnya.
“Ini adalah momen langka sekaligus membanggakan. Mereka tidak hanya sekadar menjalankan tugas, tetapi sedang mengirimkan pesan kuat tentang kesetaraan dan keberanian,” ujar salah satu peserta upacara, Rumiati, yang terpukau dengan aksi 3 ASN tersebut.
Keberhasilan ASN perempuan ini menjadi bukti nyata bahwa batasan gender bukan lagi halangan untuk memberikan kontribusi terbaik dalam momen-momen penting kedinasan.
Melalui momentum Upacara HKN ini, ketiga ASN perempuan DPMPTSP ini telah menunjukkan esensi sejati dari Hari Kesadaran Nasional, yaitu berani tampil, mendobrak keterbatasan, serta membuktikan bahwa perempuan juga bisa! (LHr)











