LUWU TIMUR – Tingginya aktivitas warga dan nelayan di sekitar Tempat Pelelangan Ikan (TPI) Wotu, Desa Bawalipu, Kecamatan Wotu, Kabupaten Luwu Timur, ternyata menyimpan persoalan serius.
Akses jalan yang sempit dan kerap kali digunakan warga untuk mengeringkan hasil laut menjadi pemicu utama keluhan mengenai rawannya kecelakaan di daerah ini.
Menanggapi keluhan yang meresahkan masyarakat tersebut, Bupati Luwu Timur, Irwan Bachri Syam, tidak tinggal diam. Didampingi Kepala Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan
Ruang (PUPR), Syahmuddin, Bupati Irwan turun langsung ke lokasi untuk meninjau kondisi jalan , Minggu.
Peninjauan ini dilakukan untuk melihat secara langsung kondisi lapangan yang dikeluhkan. Warga setempat mengutarakan bahwa dengan semakin ramainya kegiatan di TPI, terutama pada jam-jam sibuk, sempitnya jalan sudah tidak lagi memadai dan sangat berisiko.
Apalagi dengan adanya aktivitas pengeringan hasil laut di sebagian ruas jalan, yang otomatis mempersempit jalur dan meningkatkan potensi bahaya bagi pengguna jalan, baik pengendara maupun pejalan kaki.
Bupati Irwan Bachri Syam menekankan pentingnya keselamatan dan kelancaran akses bagi masyarakat, khususnya bagi para nelayan yang menjadi tulang punggung ekonomi di wilayah tersebut.
Peninjauan ini menjadi langkah awal dari Pemerintah Kabupaten Luwu Timur untuk merumuskan solusi terbaik.
”Akses ke TPI ini vital bagi perputaran ekonomi warga Wotu. Keselamatan dan kelancaran aktivitas harus jadi prioritas. Kami akan segera tindak lanjuti hasil peninjauan ini untuk dicarikan solusi permanen agar jalan ini bisa lebih aman dan nyaman untuk semua,” ujar Bupati Irwan di lokasi peninjauan.
Dengan turunnya Bupati Luwu Timur langsung ke lapangan, masyarakat TPI Wotu berharap rencana pelebaran atau penataan ulang akses jalan dapat segera direalisasikan.
Langkah cepat ini dinilai penting untuk mencegah jatuhnya korban akibat kecelakaan di masa mendatang dan mendukung kelancaran distribusi hasil laut di Wotu.(***)











