Home / Uncategorized

Kamis, 8 Januari 2026 - 08:31 WIB

Persoalan Sampah Disorot , Kadis DLH Sebut Perda Tahun 2014 Sudah Tak Relevan

PALOPO – Di tengah sorotan tajam publik mengenai masalah pengelolaan sampah di Kota Palopo, Kepala Dinas Lingkungan Hidup (DLH) Kota Palopo, Emil Nugraha, angkat bicara.

Ia menilai akar persoalan sulitnya mengendalikan sampah saat ini disebabkan oleh regulasi yang sudah usang.

​Emil menegaskan bahwa Peraturan Daerah (Perda) Nomor 1 Tahun 2014 tentang Pengelolaan Persampahan sudah tidak mampu lagi menjawab tantangan kondisi Kota Palopo pada tahun 2026 ini.

​Menurut Emil, aturan yang telah berlaku selama kurang lebih 12 tahun tersebut perlu segera direvisi. Ia menganggap perubahan regulasi sebagai langkah utama yang harus diambil agar sistem pengelolaan di lapangan bisa berjalan lebih maksimal.

Baca juga  Ngaben Massal di Desa Bumi Harapan Berjalan Hikmad, Wabub Iriane Iliyas Buka Secara Resmi

​”Perda Nomor 1 Tahun 2014 ini sudah tidak relevan lagi dengan kondisi Kota Palopo sekarang. Sudah sekitar 12 tahun diberlakukan, sehingga perlu dilakukan perubahan,” ujar Emil, Rabu .

​Dorong DPRD Segera Sahkan Aturan Baru
​Sebagai langkah konkret, Emil menjelaskan bahwa pihak DLH sebenarnya telah menyusun naskah akademik sejak tahun 2023.

Naskah tersebut diharapkan menjadi landasan bagi DPRD Kota Palopo untuk membahas dan mengesahkan perubahan Perda Persampahan.

​Dalam usulan aturan baru tersebut, Emil memberikan sinyal akan adanya penerapan sanksi yang lebih tegas bagi warga yang tidak tertib.

Baca juga  Polsek Bahodopi Tangkap Pelaku Pencurian dan Kekerasan Gunakan Airsoft Gun atau Replika Senjata Api

​”Tidak menutup kemungkinan akan ada sanksi atau denda bagi masyarakat yang melanggar aturan. Kita bisa melihat di negara-negara lain yang bersih karena memiliki aturan yang ketat terkait sampah, sehingga mudah dikendalikan dengan kesadaran masyarakat,” pungkasnya.

​Sorotan Publik
​Meski pihak DLH menekankan pentingnya revisi regulasi, langkah ini juga menuai tanggapan beragam dari masyarakat.

Sebagian pihak menilai pernyataan ini sebagai upaya melimpahkan beban tanggung jawab ke pihak legislatif (DPRD), sementara masalah tumpukan sampah di lapangan memerlukan penanganan teknis yang segera tanpa harus menunggu perubahan aturan.(***/Sumber:indeksmedia)

Share :

Baca Juga

Uncategorized

Direksi PERUMDA TM Palopo Ucapkan Selamat Merayakan Natal dan Tahun Baru 2026

Uncategorized

Pemkot Palopo Gelar Job Fair 2024

Uncategorized

TENGGARONG JADI RUJUKAN NASIONAL: DPRD Luwu Timur ‘Berguru’ ke Perseroda Tunggang Parangan untuk Tata Kelola BUMD Mandiri

Uncategorized

Perjuangan Provinsi Luwu Raya Berlanjut di Jalur Diplomasi Pusat​

Uncategorized

IRIANE ILIYAS IKUTI AUDIENS DAK TEMATIK IKM KAWASAN INDUSTRI DI JAKARTA

Uncategorized

Warga Palopo Masuk Program Asistensi Bisnis Koperasi, Siap Dorong Ekonomi Lokal ​

Uncategorized

Sinergi Lintas Sektor, UPT dan Bidang Pariwisata Disporapar Lutra Gotong Royong Bersihkan ODTW Pincara

Uncategorized

Pengamanan Jumat Agung dan Hari Paskah, Polres Morowali Laksanakan Pengamanan di 45 Gereja