
Sebagai gantinya, Gubernur mengutus pejabat eselon II untuk mewakili kehadirannya dalam acara sakral bagi masyarakat Luwu Raya tersebut.
“(Gubernur tidak hadir) Diwakilkan ke Kadis Pariwisata,” ungkap Protokoler Gubernur Sulsel saat dihubungi melalui pesan singkat, Kamis (22/1/2026).
Alasan Ketidakhadiran Masih Menjadi Tanda Tanya
Belum ada keterangan resmi mengenai alasan mendasar absennya Gubernur dalam perhelatan tahunan ini.
Pihak Pemprov Sulsel tidak memberikan jawaban lebih lanjut saat ditanya mengenai agenda lain yang membuat Gubernur berhalangan hadir.
Absennya Gubernur terbilang cukup disayangkan, mengingat sebelumnya Bupati Luwu, Patahudding, telah datang langsung menemui Andi Sudirman Sulaiman untuk menyampaikan undangan resmi agar dapat hadir di tengah-tengah masyarakat Luwu Raya.
Rangkaian Acara di Istana Kedatuan Luwu
Perayaan HPRL dan HJL tahun ini dipusatkan di Istana Kedatuan Luwu, Kota Palopo.
Rangkaian kegiatan sendiri telah berlangsung semarak sejak tanggal 19 Januari dan direncanakan berakhir pada 25 Januari 2026 mendatang.
Meski tanpa kehadiran Gubernur secara fisik, acara yang menjadi simbol pemersatu Wija To Luwu ini tetap berlangsung khidmat dengan dihadiri oleh sejumlah tokoh adat, kepala daerah se-Luwu Raya, dan elemen masyarakat lainnya.(***)










