Home / Uncategorized

Jumat, 5 Desember 2025 - 02:28 WIB

Bahodopi Sabet Juara Umum I, Porkab II Morowali Resmi Ditutup

Morowali — Pelaksanaan Pekan Olahraga Kabupaten (Porkab) II Morowali resmi ditutup oleh Bupati Morowali, Iksan Baharuddin Abdul Rauf, dalam upacara penutupan yang digelar di Alun-Alun Rumah Jabatan Bupati. Kegiatan ini dirangkaikan dengan pembukaan rangkaian perayaan HUT ke-26 Kabupaten Morowali, Jumat malam (05/12/2025).

Pada Porkab II tahun ini, Kecamatan Bahodopi tampil dominan dan berhasil menyabet Juara Umum I dengan total 40 medali emas, sekaligus menegaskan posisinya sebagai salah satu kecamatan dengan pembinaan atlet terbaik di Morowali.

Klasemen Perolehan Medali Emas Porkab II Morowali 2025 diantranya, Bahodopi – 40 emas, Bungku Tengah – 39 emas, Wita Ponda – 33 emas, Bumi Raya – 28 emas, Bungku Selatan – 23 emas, Bungku Barat – 14 emas, Bungku Timur – 14 emas, Menuai Kepulauan – 10 emas, Sombori Kepulauan – 7 emas, Bungku Pesisir – 2 emas

Persaingan ketat terjadi antara Bahodopi dan Bungku Tengah yang hanya terpaut satu medali emas, menandakan kualitas atlet di kedua kecamatan tersebut semakin berkembang.

Baca juga  Menghitung Hari Menuju Tanah Kelahiran: Akhir Tugas Sekda Palopo Firmanza di Kota Idaman

Turut hadir Gubernur Sulawesi Tengah Anwar Hafid, Bupati Morowali Iksan Baharuddin Abdul Rauf, Wakil Bupati Morowali Iriane Iliyas, Ketua TP PKK Provinsi Sulawesi Tengah Ny. Sry Nirwanti Bahasoan, Ketua TP PKK Morowali Ny. Darmayanti Iksan, Sekretaris Daerah Yusman Mahbub, para bupati dan wali kota se-Sulawesi Tengah, Ketua Umum Koni Sulteng, Moh. Fathur Razak, Kadis Pendidikan dan Kebudayaan sekaligus Ketua Panitia HUT Morowali Arifin Lakane, para pejabat teras Pemkab Morowali, tamu undangan, serta seluruh masyarakat Morowali.

Dalam sambutannya, Bupati Morowali Iksan Baharuddin Abdul Rauf menyampaikan rasa syukur dan apresiasinya kepada seluruh pihak yang terlibat dalam suksesnya Porkab II.

Ia menegaskan bahwa penyelenggaraan Porkab tahun ini bukan hanya sekadar agenda seremonial, tetapi wujud nyata kebersamaan masyarakat dan komitmen pemerintah dalam memajukan olahraga daerah.

Baca juga  Mizar Roem Desak NasDem Tutup Pintu PAW untuk Putri Dakka: "Dia Sudah Lawan Keputusan Partai"

“Dengan berbagai rangkaian menyambut HUT ke-26 ini, kita melihat semangat luar biasa dari seluruh masyarakat. Porkab bukan hanya perlombaan, tetapi bukti nyata kekompakan dan tekad bersama untuk Morowali yang kita cintai,” ujarnya.

Bupati juga menyinggung efisiensi penyelenggaraan acara yang memanfaatkan alun-alun Rujab Bupati sebagai pusat kegiatan.

“Daripada membangun panggung besar, kami sepakat memanfaatkan alun-alun agar lebih efektif. Yang terpenting, masyarakat menikmati peringatan ini dengan penuh sukacita,” tambahnya.

Porkab II Morowali menjadi momentum penting dalam seleksi dan pembinaan atlet daerah, sekaligus sarana mempererat persatuan antar-kecamatan. Dengan prestasi luar biasa yang diraih Bahodopi dan kecamatan lainnya, Kabupaten Morowali kini optimis menatap event olahraga tingkat provinsi dan nasional.

Acara ditutup dengan kemeriahan pesta rakyat dan penampilan seni budaya sebagai bagian dari rangkaian HUT ke-26 Kabupaten Morowali.

Sumber; Morowalikab.go.id

Share :

Baca Juga

Dapur MBG Pertama di Tana Luwu Resmi Beroperasi, Siap Layani Ribuan Pelajar di Palopo

Uncategorized

Dapur MBG Pertama di Tana Luwu Resmi Beroperasi, Siap Layani Ribuan Pelajar di Palopo

Uncategorized

Program Rachmansyah-Harsono Disenangi Emak-emak Morowali 

Uncategorized

DPRD Palopo Terima Lima Usulan Ranperda

Uncategorized

Bupati Iksan dan Wabup Iriane Iliyas Halal Bihalal di Kecamatan Wita Ponda

Uncategorized

Diskusi Bea Cukai Morowali Bersama Bupati Kabupaten Morowali

Uncategorized

Muscab IBI Morowali 2026 Resmi Dibuka, Wabup Iriane Tekankan Transformasi Kesehatan

Uncategorized

Buka Rakor Penanggulangan Kemiskinan dan Evaluasi Kinerja Daerah Tahun 2025, Wabup Iriane Iliyas Tekankan Pentingnya Komitmen dan Sinergi Bersama

Uncategorized

“Bukan Sentralisasi, Ini ‘Due Diligence’ ala Korporasi”: Lawyer Palopo Bedah Polemik Kebijakan Walikota