PANGKEP – Tim SAR gabungan melaporkan perkembangan signifikan dalam operasi evakuasi kecelakaan pesawat ATR 42-500 di Gunung Bulusaraung, Sulawesi Selatan.
Hingga Kamis (22/1), total jenazah yang berhasil ditemukan kini mencapai 8 orang.
Penambahan ini terjadi setelah tim di lapangan berhasil mengevakuasi 6 jenazah terbaru dari lokasi puing pesawat, menyusul 2 korban awal yang telah ditemukan dan diidentifikasi sebelumnya.
Identitas Korban yang Teridentifikasi
Dari delapan jenazah tersebut, dua di antaranya telah berhasil diidentifikasi oleh tim Disaster Victim Identification (DVI). Kedua korban tersebut adalah:
Florencia Lolita Wibisono, yang merupakan pramugari dalam penerbangan tersebut.
Deden Maulana, seorang staf dari Kementerian Kelautan dan Perikanan (KKP).
Temuan Bagian Tubuh dan Proses Identifikasi
Selain jenazah utuh, tim SAR juga menemukan sejumlah potongan tubuh (body part) di area pencarian.
Seluruh temuan tersebut saat ini telah dibawa ke RS Bhayangkara untuk menjalani proses identifikasi lebih lanjut melalui data medis dan DNA oleh tim DVI Polda Sulsel.
Tantangan di Lokasi Kejadian
Proses evakuasi kedelapan korban ini tidaklah mudah. Petugas harus berhadapan dengan medan pegunungan yang terjal dan cuaca yang tidak menentu.
Fokus utama tim saat ini adalah memastikan seluruh korban yang telah ditemukan dapat segera diidentifikasi agar bisa diserahkan kepada pihak keluarga yang sedang menunggu di posko evakuasi.(***)










