PALOPO – Musibah kebakaran hebat melanda kawasan Pasar Rakyat Andi Tadda, Kelurahan Ponjalae, Kecamatan Wara Timur, menghanguskan puluhan tempat usaha dan tempat tinggal warga dengan total kerugian ditaksir mencapai Rp1 miliar.
Api yang berkobar dengan cepat pada dini hari tersebut melalap bagian depan pasar yang ditempati oleh pedagang campuran, kue-kue, sembako, buah, hingga penjual pakaian.
Tercatat sebanyak 20 kios pedagang dan 8 kamar kos di sekitarnya ludes terbakar.
Dinas Pemadam Kebakaran Kota Palopo mengerahkan sedikitnya 6 unit armada untuk menjinakkan si jago merah.
Meski tidak ada korban jiwa dalam peristiwa ini, banyak pedagang yang kehilangan harta benda karena kios tersebut juga difungsikan sebagai tempat tinggal.
Dugaan sementara, kebakaran dipicu oleh korsleting listrik, namun pihak kepolisian masih melakukan penyelidikan lebih lanjut.
Penjabat (Pj) Sekretaris Daerah Kota Palopo, Zulkifli Halid, ST., M.Si, meninjau langsung lokasi kejadian bersama Dinas Sosial dan BPBD pada Selasa siang.
Dalam kunjungannya, Zulkifly memastikan langkah darurat bagi para korban.
”Kami telah berkoordinasi dengan Kepala Pasar Andi Tadda agar para pedagang yang terdampak bisa menggunakan Pos Satpol PP dan gedung di sampingnya sebagai tempat penampungan sementara,” ujar Zulkifli.
Peristiwa di Pasar Andi Tadda menambah panjang daftar kebakaran di Kota Palopo dalam sepekan terakhir. Tercatat ada empat insiden kebakaran beruntun sejak Minggu (25/1) hingga Selasa (27/1), di antaranya:
Kelurahan Songka: Rumah dan toko mebel terbakar (1 korban jiwa meninggal dunia).
Jalan Mangga: Toko konter HP ludes terbakar.
Kelurahan Pattene: Rumah lantai dua (kos-kosan) hangus saat ditinggal pemiliknya.
Pasar Andi Tadda: 20 kios dan 8 kamar kos terbakar.
Melihat tren kenaikan kasus ini, Pemkot Palopo mengeluarkan peringatan keras kepada warga untuk meningkatkan kewaspadaan, terutama saat memasuki musim kemarau yang disertai angin kencang.
“Kami mengimbau masyarakat untuk tidak membuang puntung rokok sembarangan, menghindari pembakaran lahan, dan selalu mengecek instalasi listrik di rumah maupun tempat usaha.
Cuaca panas ekstrem sangat rentan memicu titik api,” tegas Pj Sekda.(***)











