PALOPO – Sebuah pesan penuh makna dari Yang Mulia (YM) Datu Luwu XL, H. Andi Maradang Mackulau, S.H., kini menjadi sorotan publik.
Melalui baliho besar yang terpasang di salah satu sudut jalan utama, pemimpin adat Kedatuan Luwu tersebut menyampaikan pesan menyentuh terkait aspirasi pembentukan Provinsi Luwu Raya.
Dalam baliho tersebut, Datu Luwu yang akrab dengan sapaan Opu To Bau, tampil mengenakan pakaian adat kebesaran. Pesan yang tertulis bukan sekadar imbauan biasa, melainkan sebuah wasiat dan harapan besar bagi seluruh masyarakat di Tana Luwu.
“Wahai anak cucu dan rakyatku, berjuanglah dengan ikhlas dan berkeadaban. Semoga janji revolusi, Provinsi Luwu Raya terwujud sebelum aku wafat,” tulis kutipan dalam baliho tersebut.
Simbol Perjuangan dan Urgensi Daerah
Pesan ini dinilai sebagai bentuk penegasan kembali atas perjuangan panjang masyarakat di empat wilayah (Kota Palopo, Kabupaten Luwu, Luwu Utara, dan Luwu Timur) untuk mekar menjadi provinsi sendiri, terpisah dari Sulawesi Selatan.
Penggunaan kalimat “sebelum aku wafat” memberikan kesan urgensi yang mendalam. Hal ini mencerminkan dedikasi sang Datu yang ingin melihat tanah kelahirannya mencapai kemandirian administratif sebagai bentuk pemenuhan janji sejarah dan peningkatan kesejahteraan masyarakat lokal.
Kehadiran pesan ini memicu berbagai reaksi dari warga net dan masyarakat Tana Luwu .
Banyak yang menganggap pernyataan ini sebagai “panggilan moral” bagi para tokoh politik dan pemangku kepentingan di tingkat pusat untuk segera mencabut moratorium pemekaran daerah, khusus bagi wilayah Luwu Raya yang secara historis dan potensi ekonomi dianggap sudah sangat layak.
Sejarah mencatat bahwa Luwu memiliki andil besar dalam mempertahankan kemerdekaan Indonesia.
Aspirasi menjadi provinsi ini sering disebut sebagai “janji revolusi” yang hingga kini masih diperjuangkan oleh berbagai elemen masyarakat dan pemerintah daerah setempat.
Hingga berita ini diturunkan, dukungan terhadap pesan Datu Luwu XL terus mengalir di media sosial, menghidupkan kembali semangat kolektif masyarakat Wija To Luwu untuk terus mengawal cita-cita terbentuknya Provinsi Luwu Raya.(***)










