MAKASSAR – Perjuangan pembentukan Provinsi Luwu Raya memasuki babak baru. Anggota DPR RI Fraksi Partai Gerindra, Capt. Unru Baso (Ubas), menyatakan kesiapannya untuk menjembatani aspirasi masyarakat Luwu Raya langsung ke jantung pemerintahan pusat di Jakarta.
Langkah ini diambil menyusul gelombang unjuk rasa mahasiswa dan masyarakat di sejumlah titik di Luwu Raya yang mendesak segera dilakukannya pemekaran wilayah.
Gerakan Politik Menuju Istana
Dalam keterangannya pada Senin (26/1) malam, legislator asal Dapil III Sulsel ini mengungkapkan bahwa dirinya telah berkoordinasi dengan para kepala daerah di Luwu Raya.
Rencananya, sebuah pertemuan krusial akan digelar pada 9 Februari 2026 di Jakarta.
”Kami akan bertemu dengan Ketua DPD Gerindra Sulsel, Andi Iwan Aras, bersama empat kepala daerah.
Agenda utamanya adalah menemui Menteri Dalam Negeri dan mengupayakan komunikasi politik maksimal agar bisa bertemu langsung dengan Presiden Prabowo Subianto,” tegas Ubas.
Fokus pada Kelengkapan Administrasi
Meski dukungan politik semakin menguat, Ubas mengakui bahwa perjalanan menuju provinsi baru masih terganjal persoalan administratif. Saat ini, tim sedang bekerja keras merampungkan naskah akademik sebagai prasyarat utama pemekaran.
Menurutnya, naskah akademik yang komprehensif sangat penting untuk meyakinkan pemerintah pusat bahwa Luwu Raya secara teknis dan ekonomi siap mandiri sebagai provinsi baru.
Imbauan Menghindari Konflik
Terkait aksi blokade jalan Trans Sulawesi yang sempat memicu situasi darurat di beberapa titik, Ubas meminta masyarakat tetap menjaga persatuan. Ia berharap semangat perjuangan tidak mencederai kerukunan antarwarga.
”Teruslah berjuang, tapi mari kita saling menjaga. Jangan sampai perjuangan ini justru merugikan kita sendiri atau memicu konflik horizontal,” pesannya.(***)









