Home / News

Selasa, 27 Januari 2026 - 20:28 WIB

Ubas Gandeng 4 Kepala Daerah , Buka Jalur Politik Provinsi Luwu Raya ke Presiden

MAKASSAR – Perjuangan pembentukan Provinsi Luwu Raya memasuki babak baru. Anggota DPR RI Fraksi Partai Gerindra, Capt. Unru Baso (Ubas), menyatakan kesiapannya untuk menjembatani aspirasi masyarakat Luwu Raya langsung ke jantung pemerintahan pusat di Jakarta.

​Langkah ini diambil menyusul gelombang unjuk rasa mahasiswa dan masyarakat di sejumlah titik di Luwu Raya yang mendesak segera dilakukannya pemekaran wilayah.

Gerakan Politik Menuju Istana
​Dalam keterangannya pada Senin (26/1) malam, legislator asal Dapil III Sulsel ini mengungkapkan bahwa dirinya telah berkoordinasi dengan para kepala daerah di Luwu Raya.

Baca juga  Senator Waris Halid Siap Kawal Program Prabowo

Rencananya, sebuah pertemuan krusial akan digelar pada 9 Februari 2026 di Jakarta.
​”Kami akan bertemu dengan Ketua DPD Gerindra Sulsel, Andi Iwan Aras, bersama empat kepala daerah.
Agenda utamanya adalah menemui Menteri Dalam Negeri dan mengupayakan komunikasi politik maksimal agar bisa bertemu langsung dengan Presiden Prabowo Subianto,” tegas Ubas.

​Fokus pada Kelengkapan Administrasi
​Meski dukungan politik semakin menguat, Ubas mengakui bahwa perjalanan menuju provinsi baru masih terganjal persoalan administratif. Saat ini, tim sedang bekerja keras merampungkan naskah akademik sebagai prasyarat utama pemekaran.

Baca juga  Pj Bupati Morowali Kunker ke PT Vale, Dukung Komitmen Keberlanjutan Perseroan

Menurutnya, naskah akademik yang komprehensif sangat penting untuk meyakinkan pemerintah pusat bahwa Luwu Raya secara teknis dan ekonomi siap mandiri sebagai provinsi baru.
​Imbauan Menghindari Konflik

​Terkait aksi blokade jalan Trans Sulawesi yang sempat memicu situasi darurat di beberapa titik, Ubas meminta masyarakat tetap menjaga persatuan. Ia berharap semangat perjuangan tidak mencederai kerukunan antarwarga.
​”Teruslah berjuang, tapi mari kita saling menjaga. Jangan sampai perjuangan ini justru merugikan kita sendiri atau memicu konflik horizontal,” pesannya.(***)

Share :

Baca Juga

Morowali

Pemkab Morowali Siapkan Langkah Strategis Cegah HIV/AIDS
Alfri Jamil Minta Pemkot Menisik soal Dugaan Penyelewengan Dana Infaq oleh Oknum Komisioner Baznas Palopo

News

Alfri Jamil Minta Pemkot Menisik soal Dugaan Penyelewengan Dana Infaq oleh Oknum Komisioner Baznas Palopo

News

Penjaga Toko di Balikpapan Tewas Ditikam, Polisi Pastikan Bukan Perampokan

News

PKB Usung Waketum NasDem Ahmad Ali Maju Cagub Sulteng

News

Kursi “Panas” Bernilai Rp3 Miliar: Mengintip Pundi-Pundi Rupiah di Balik Lowongnya Posisi RMS
Siswa SD Terlindas Mobil Saat Akan Mengikuti Lomba Gerak Jalan Indah Di Palopo

News

Siswa SD Mattekko Terlindas Mobil Saat Akan Mengikuti Lomba Gerak Jalan Indah Di Palopo

News

20 Kios di Pasar Andi Tadda Hangus Terbakar, Pj Sekda Palopo Minta Warga Waspada Musim Kemarau
MAKASSAR-- Pj. Wali Kota Palopo Drs. H. Firmanza DP., SH., M. Si didampingi Pj Ketua Tim Penggerak PKK Kota Palopo, Ny. Hj. Isnada Firmanza menghadiri Launching Aksi Stop Stunting (ASS) di Aula Asta Cita Rujab Gubernur Sulawesi Selatan, Jl. Sungai Tangka No.31,Makassar Jumat, 25 Juli 2025. Selain itu, juga dilaunching Program Pendampingan Gizi di 504 Desa Lokus Provinsi Sulawesi Selatan Tahun 2025 serta dirangkaikan dengan Penandatanganan MoU Komitmen Pemerintah Daerah 24 Kab/Kota Dalam Mendukung Pelaksanaan Program Aksi Stop Stunting (ASS) 2025. Kegiatan ini dibuka secara langsung oleh Gubernur Sulawesi Selatan A. Sudirman Sulaiman, S.T. yang dihadiri oleh seluruh Kabupaten/ Kota se-Sulsel. Dalam sambutannya, Gubernur Andi Sudirman menekankan pentingnya sinergi lintas sektor dan komitmen kolektif dalam menangani masalah stunting, yang kini telah menjadi persoalan nasional. “Penanganan stunting tidak bisa dilakukan sendiri-sendiri. Butuh kerja sama dari semua pihak, terutama peran aktif desa dan PKK sebagai garda terdepan,” tegasnya. Sebagai wujud komitmen nyata, kegiatan ini juga dirangkaikan dengan penandatanganan MoU komitmen bersama Pemerintah Daerah dari 24 kabupaten/kota se-Sulsel dalam mendukung pelaksanaan Program Aksi Stop Stunting (ASS) 2025. Tak hanya itu, pada acara ini, Gubernur Sulsel juga melaunching sejumlah program pendukung lainnya seperti Ambulans Mini ICU RSUD, Pelayanan Kesehatan Bergerak (PKB), serta program Sulsel Melayani Andalan Hati, yang kesemuanya dirancang untuk memperkuat pelayanan kesehatan hingga ke pelosok desa. Kegiatan ini menjadi tonggak penting bagi Sulawesi Selatan dalam upaya kolektif mencegah dan mengurangi angka stunting. Dengan kolaborasi antara pemerintah daerah, TP PKK, dan masyarakat desa, diharapkan generasi masa depan tumbuh sehat, cerdas, dan berkualitas.

News

Launching Aksi Stop Stunting (ASS)