JAKARTA – Pemerintah Daerah Kabupaten Luwu Utara (Lutra) memastikan akan menuntaskan pembangunan gedung Perpustakaan dan Arsip Daerah (Persipda) yang sempat terbengkalai sejak tahun 2019.
Langkah ini diambil guna menyelamatkan aset negara sekaligus menyediakan fasilitas literasi yang representatif bagi masyarakat.
Kepastian ini mengemuka setelah Bupati Luwu Utara, Andi Rahim, melakukan pertemuan strategis dengan Sekretaris Utama (Sestama) Perpustakaan Nasional, Joko Santoso, di Jakarta, Selasa (10/2/2026).
Langkah Strategis dan Kepastian Hukum
Bupati Andi Rahim menegaskan bahwa kelanjutan proyek ini merupakan prioritas strategis pemerintahannya.
Salah satu poin krusial yang melandasi keberanian Pemda Lutra adalah telah adanya kekuatan hukum tetap terkait sengketa proyek tersebut melalui Putusan Mahkamah Agung RI Nomor 4219 K/Pdt/2025.
”Kami berinisiatif menuntaskan pembangunan gedung ini agar segera dimanfaatkan. Kami perlu memastikan klausul kontrak dan posisi hukumnya jelas agar pemerintah memiliki dasar yang kuat untuk melangkah, baik itu nanti melalui pendanaan APBN maupun APBD,” ujar Andi Rahim.
Ikon Baru dan Simbol Peradaban
Gedung yang terletak di lokasi strategis pusat perkantoran (dekat Kantor Pemda dan DPRD) ini dirancang dengan arsitektur yang megah. Selain fungsi utamanya sebagai perpustakaan, gedung ini diproyeksikan menjadi ikon baru bagi Kabupaten Luwu Utara.
Ada beberapa poin utama yang menjadi alasan urgensi penyelesaian gedung ini:
Penyelamatan Aset: Memastikan bangunan yang sudah ada tidak rusak karena terbengkalai.
Peningkatan Literasi: Menjadi pusat inovasi dan belajar guna meningkatkan indeks literasi di Bumi La Maranginang.
Ruang Publik: Menyediakan fasilitas yang aman dan nyaman bagi generasi muda.
Koordinasi Lintas Lembaga
Dalam proses kelanjutannya, Pemda Luwu Utara tidak berjalan sendiri.
Bupati menyatakan akan menggandeng berbagai pihak untuk aspek pengawasan dan transparansi.
”Kami akan membahas ini bersama DPRD, BPK, dan Aparat Penegak Hukum (APH). Intinya, tidak boleh lagi ada aset yang tidak tuntas manfaatnya bagi masyarakat,” tegasnya.
Turut hadir dalam pertemuan di Jakarta tersebut, Kepala Dispersipda Zaenal dan Kepala Bapperida Aspar, guna mendampingi Bupati dalam koordinasi teknis bersama pihak Perpustakaan Nasional.(Lhr/***)











