MOROWALI – Situasi di kawasan PT Indonesia Morowali Industrial Park (IMIP) kini menjadi sorotan setelah aksi demonstrasi pada Kamis (12/2) lalu berujung ricuh.
Memasuki akhir pekan ini, pihak Kepolisian Sektor (Polsek) Bahodopi menegaskan bahwa proses hukum terhadap oknum sekuriti yang diduga memukul pendemo sedang berjalan intensif.
Update Penanganan Kasus
Hingga Sabtu (14/2/2026), pihak kepolisian masih melakukan pendalaman terhadap laporan dugaan penganiayaan yang menimpa salah satu karyawan peserta aksi.
Kapolsek Bahodopi, Ipda Ewaldo Tasmi, memastikan bahwa laporan korban telah diterima secara resmi.
”Laporannya sudah masuk. Kami akan menindaklanjuti dan memproses laporan tersebut sesuai hukum yang berlaku,” tegas Ipda Ewaldo dalam keterangannya.
Fokus Penyelidikan
Penyelidikan saat ini difokuskan pada:
Identifikasi Pelaku: Mengidentifikasi oknum berseragam sekuriti yang terekam kamera memukul wajah pendemo saat aksi saling dorong terjadi.
Pemeriksaan Saksi: Memintai keterangan dari saksi-saksi di lokasi kejadian di area PT Cemerlang Servis Perawatan (CSP).
Bukti Digital: Menjadikan video kericuhan yang viral di media sosial sebagai salah satu petunjuk penyelidikan.
Kondisi Kondusif Jadi Prioritas
Mengingat peran strategis kawasan IMIP, pihak kepolisian terus berupaya menjaga agar tensi di lapangan tidak kembali memanas.
Aparat mengimbau seluruh karyawan dan pihak manajemen untuk mempercayakan penyelesaian insiden ini kepada jalur hukum.
Masyarakat dan pekerja diminta tetap tenang dan menahan diri agar produktivitas di kawasan industri tersebut tidak terganggu oleh provokasi yang beredar pasca-insiden hari Kamis tersebut. (***)










