Home / Uncategorized

Sabtu, 14 Februari 2026 - 13:48 WIB

Jelang Ramadan 1447 H: Inflasi Balikpapan Tembus 0,30%, Harga Ayam dan Cabai Mulai Pedas

BALIKPAPAN – Memasuki pekan kedua Februari 2026, warga Kota Balikpapan mulai merasakan dampak kenaikan harga sejumlah komoditas pangan pokok.

Berdasarkan data terbaru Dinas Perdagangan (Disdag) Kota Balikpapan, angka inflasi kota tercatat berada di level 0,30%.

​Kenaikan ini didorong oleh melonjaknya harga tiga komoditas utama: daging ayam ras, cabai rawit, dan tomat.

Fenomena ini menjadi alarm bagi pemerintah kota mengingat bulan suci Ramadan 1447 H hanya tinggal hitungan minggu.

​Faktor Pemicu Kenaikan

​Kepala Dinas Perdagangan Balikpapan, Haemusri Umar, menjelaskan bahwa kenaikan harga daging ayam dipicu oleh dua sisi:

​Suplai Terhambat: Berkurangnya kiriman stok ayam beku dari Pulau Jawa dan terbatasnya produksi peternak lokal.

Baca juga  Melawan Krisis Air Palopo: Upaya Keras PAM Tirta Mangkaluku dengan 5 Truk Tangki untuk Distribusi Rutin

​Permintaan Meningkat: Pola konsumsi masyarakat yang mulai naik menjelang bulan puasa.

​”Produksi lokal kita, baik hortikultura maupun peternakan, belum mencapai 10% dari total kebutuhan. Lebih dari 90% pangan kita masih bergantung pada pasokan dari Jawa dan Sulawesi,” ungkap Haemusri, Sabtu (14/2).

​Langkah Antisipasi Pemkot

​Mengingat tingginya ketergantungan pada pasokan luar daerah, Pemkot Balikpapan melakukan beberapa langkah strategis guna menjaga stabilitas harga:

​Kerja Sama Antar-Daerah: Memperkuat koordinasi pasokan melalui Perumda (Perusahaan Umum Daerah).

​Pengawasan Pasar: Memperketat pemantauan stok di pasar tradisional dan ritel modern untuk mencegah aksi spekulasi oleh oknum pedagang.

Baca juga  Fasilitasi Aspirasi Luwu Raya, Pemprov Sulsel Pertemukan Komisi II DPR RI dengan Tokoh Masyarakat

​Fokus Komoditas Prioritas: Meski harga beras dan bawang merah cenderung turun, pemerintah tetap memprioritaskan stabilitas harga ayam dan cabai yang sangat sensitif terhadap gangguan distribusi.

​Tantangan Jangka Panjang

​Kondisi ini menegaskan kerentanan ekonomi Balikpapan terhadap faktor eksternal seperti cuaca di daerah penghasil dan biaya logistik antarpulau. Penguatan sektor pertanian dan peternakan lokal dinilai menjadi “PR” besar bagi pemerintah agar fluktuasi harga serupa tidak terus berulang di setiap momentum hari besar keagamaan.

​Diharapkan dengan langkah preventif ini, masyarakat Balikpapan dapat menjalani ibadah Ramadan dan menyambut Idulfitri dengan ketersediaan stok pangan yang aman serta harga yang tetap terjangkau.(***)

Share :

Baca Juga

Uncategorized

Bupati Iksan Ubah Sistem Rekrutmen: Perusahaan Wajib Prioritaskan Tenaga Kerja Lokal

Uncategorized

Mengawal Indonesia Merdeka Menuju Peradaban Dunia: Peran Krusial Santri di Era Digital

Uncategorized

Bupati Iksan, Buka Uji Kompetensi dan Evaluasi Kinerja Pejabat Pimpinan Tinggi Pratama Lingkup Pemkab Morowali

Uncategorized

Danrem 132/Tadulako Resmikan Jembatan Perintis Garuda, Buka Akses dan Harapan Baru Masyarakat Morowali Utara

Uncategorized

Cerita Sampah Palopo yang “Tertahan di Meja Pembayaran”

Uncategorized

DPMDP3A Gelar Sosialisasi Data Gender dan Anak

Uncategorized

Pengurus Masjid Agung Periode 2026-2029: Momentum Perubahan Menuju Tata Kelola yang Lebih Baik

Uncategorized

Pemkab Morowali Gelar Sosialisasi Posbankum, Wabup Iriane Iliyas: Upaya Pemerintah Hadirkan Layanan Hukum Gratis Bagi Masyarakat