PALOPO – Keluhan warga Kota Palopo terkait gangguan pasokan air bersih beberapa pekan terakhir mendapat respons cepat dari Perusahaan Air Minum (PAM) Tirta Mangkaluku.

Untuk memastikan kebutuhan dasar pelanggan terpenuhi di tengah tantangan cuaca ekstrem, PAM Tirta Mangkaluku kini menyiapkan lima unit truk tangki yang beroperasi secara rutin setiap hari untuk mendistribusikan air bersih ke wilayah yang terdampak.
Dilema Cuaca, Sumber Masalah Distribusi
Humas PAM Tirta Mangkaluku, Wiwien Syamsuddin Toni, menjelaskan bahwa gangguan distribusi air yang melanda sebagian wilayah Palopo merupakan dampak langsung dari dua kondisi cuaca yang kontras.
Awalnya, Palopo sempat dilanda kemarau yang menyebabkan ketersediaan air baku berkurang. Namun, kondisi berbalik drastis belakangan ini, di mana hujan turun dengan curah yang sangat tinggi, terutama di malam hari.
Hujan lebat ini justru berdampak pada meningkatnya tingkat kekeruhan air baku di dua sungai utama: Sungai Mangkaluku dan Sungai Latuppa.
Dua sungai ini merupakan sumber air baku vital bagi IPAM 1 H. Abdul Madjid dan IPAM 4 Mungkajang, yang melayani kawasan padat seperti Kecamatan Wara, Wara Selatan, Wara Timur, Sendana, Mungkajang, dan sebagian Wara Utara.
”Dua kondisi ini berdampak terhadap air baku. Jika pekan-pekan sebelumnya tidak turun hujan ketersedian air baku yang kurang, sementara belakangan turun hujan dengan curah yang cukup tinggi berdampak terhadap meningkatnya kekeruhan air baku di dua sungai,” jelas Wiwien, Jumat.
Peningkatan kekeruhan tersebut memaksa PAM Tirta Mangkaluku mengurangi kuantitas produksi air. Akibatnya, air yang didistribusikan kepada pelanggan pun ikut berkurang.
Fokus Pelayanan di Area Terdampak
Wiwien menyebutkan bahwa aduan pelanggan paling banyak berasal dari wilayah layanan Kecamatan Wara Selatan, Wara Timur, dan Sendana, area-area yang kini menjadi prioritas utama pelayanan tangki air.
Sebagai langkah nyata mengatasi kesulitan warga yang bahkan harus memanfaatkan air hujan, PAM Tirta Mangkaluku berkomitmen untuk terus menjalankan suplai air menggunakan 5 truk tangki tersebut.
Upaya ini akan dilakukan secara rutin setiap hari dan berkelanjutan, setidaknya sampai kondisi air baku di kedua sungai kembali normal dan memungkinkan instalasi pengolahan air untuk beroperasi dengan kuantitas penuh.
Langkah ini diharapkan dapat menjadi solusi darurat yang efektif untuk memenuhi kebutuhan utama air bersih pelanggan di Palopo, setidaknya hingga sistem distribusi kembali pulih sepenuhnya.(***)











